Euro Diramal Jatuh dalam 18 Bulan Mendatang

Kamis, 26 Januari 2017 - 18:33 WIB
Euro Diramal Jatuh dalam...
Euro Diramal Jatuh dalam 18 Bulan Mendatang
A A A
NEW YORK - Mata uang Uni Eropa (UE) yakni euro diramalkan bakal jatuh dalam 18 bulan ke depan. Perkiraan ini disampaikan oleh Profesor Ted Malloch yang akan menjadi perwakilan Presiden AS Donald Trump untuk Uni Eropa.

Seperti dilansir BBC, Kamis (26/1/2017) dia juga menerangkan euro mengambil posisi pasar yang taruhannya adalah jatuhnya nilai mata uang. Menurutnya Inggris bisa menyetujui kesepakatan perdagangan bebas dengan catatan saling menguntungkan bersama Amerika Serikat (AS) dalam waktu 90 hari.

Malloch menambahkan yang terbaik bagi AS adalah jika Inggris benar-benar keluar dari Uni Eropa. Diterangkan olehnya bahwa setelah keluar dari single markets dan uni pabean, maka Inggris para birokrat di Brussels dan menjalin kesepakatan perdagangan bebas.

Lanjut dia menerangkan setiap upaya yang dilakukan UE untuk menghalangi Inggris memulai negosiasi dengan AS adalah masuk akal. "Hal ini wajar layaknya seorang suami yang mencoba menghentikan istrinya berselingkuh," sambungnya.

Sementara Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May kemungkinan akan menjadi pemimpin asing pertama yang bertemu dengan Trump di Washington pada akhir pekan ini. Agenda dalam pertemuan tersebut diperkirakan mengenai kesepakatan perdagangan awal dengan Amerika, setelah Inggris resmi hengkang dari UE.

"Saya mengingatkan bakal ada kesepakatan merger dan akuisisi terbesar dalam sejarah pada waktu 90 hari. Beberapa dari kami telah bekerja di Wall Street, untuk dapat memberikan data yang benar dan tepat soal energi dan Trump saya yakin bisa melakukannya," papar dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rem Utang Jerman Blong,...
Rem Utang Jerman Blong, Ekonomi Zona Euro dalam Bahaya
Data S&P Global Ungkap...
Data S&P Global Ungkap Ekonomi Zona Euro Berisiko Dihantam Resesi Ekonomi
Eropa Butuh 500 Miliar...
Eropa Butuh 500 Miliar Euro untuk Pemulihan Pasca-Pandemi
Ramalan Kejatuhan Terbesar...
Ramalan Kejatuhan Terbesar Mata Uang Euro, Morgan Stanley Ungkap Pemicunya
Uni Eropa Resmi Deklarasikan...
Uni Eropa Resmi Deklarasikan Zona Kebebasan LGBT
AS dan UE Ketar-ketir...
AS dan UE Ketar-ketir Hadapi Model Ekonomi Alternatif China
Berita Terkini
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
3 menit yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
17 menit yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
17 menit yang lalu
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
27 menit yang lalu
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
41 menit yang lalu
Aplikasi Strava Buka...
Aplikasi Strava Buka Suara soal Pungutan PPN 11%, Bagaimana Harga Berlangganan?
1 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved