India Kucurkan Dana Rp791 Triliun untuk Tingkatkan Infrastruktur

Rabu, 01 Februari 2017 - 21:19 WIB
India Kucurkan Dana...
India Kucurkan Dana Rp791 Triliun untuk Tingkatkan Infrastruktur
A A A
NEW DELHI - Pemerintah India mengumumkan belanja infrastruktur senilai 3,96 triliun rupee alias USD59 miliar, atau bila dikonversi ke rupiah sebesar Rp791 triliun (estimasi kurs Rp13.410/USD). Jumlah tersebut menjadi rekor belanja infrastruktur bagi negara ekonomi terbesar ketiga di Asia.

Mengutip dari Bloomberg, Rabu (2/1/2017), dana sebesar 3,96 triliun rupee digunakan untuk membangun dan memodernisasi jaringan kereta api, bandara, dan jalan. Perdana Menteri India Narendra Modi berkeinginan meningkatkan infrastruktur demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Negeri Anak Benua.

Pemerintahan Modi berkeinginan membangun bandara tidak hanya di kota-kota besar, juga di kota-kota kecil dengan bermitra bersama swasta. Menteri Keuangan India Arun Jaitley mengatakan anggaran pemerintah untuk tahun fiskal tersebut akan dimulai pada April mendatang.

Adapun jaringan kereta api akan dibangun di seluruh negeri, dimana India Railways akan menjadi konsorsium utama. Bekerja sama dengan perusahaan logistik lainnya menyediakan konektivitas yang lebih besar. Sementara produsen peralatan kereta api seperti Bombardier dan General Electric Co akan berinvestasi mendirikan pabrik di India. Keinginan tersebut selaras dengan jumlah populasi India sebagai negara dengan penduduk terpadat kedua di dunia.

Menteri Transportasi India Nitin Gadkari mengatakan bahwa pemerintah menargetkan membangun 42 kilometer jalan. “Proposal infrastruktur yang diumumkan Rabu ini akan meningkatkan permintaan untuk pengadaan peralatan kereta api dan sistem sinyal,” ujar Harsh Dhingra, perwakilan Bombardier Transportation di India. Bombardier sendiri membuka pabrik pertama kali di India pada 2008.

Menteri Keuangan Jaitley mengatakan bahwa kebijakan belanja infrastruktur ini akan memberi kesempatan kerja lebih luas. Dan pembangunan ini juga memfasilitasi partisipasi swasta yang lebih besar untuk investasi, konstruksi, dan operasional.

Indian Railways, jaringan kereta api India merupakan yang terbesar keempat di dunia, dengan membawa 23 juta orang setiap harinya. Namun jaringan kereta api India terbilang tua karena warisan dari kolonial Inggris. Sehingga lambat untuk ukuran saat ini. Dan pembangunan jaringan kereta api modern akan mempekerjakan 1,3 juta orang secara langsung.

GE dan Alstom SA, perusahaan pembangkit listrik dan transportasi asal Prancis, sejak 2015 telah memenangkan kontrak senilai USD5,6 miliar atau Rp75 triliun untuk pembangunan lokomotif kereta.

GE memenangkan kesepakatan USD2,6 miliar atau Rp34,8 triliun untuk mesin diesel dan akan menginvestasikan dana USD200 juta atau Rp2,68 triliun untuk membangun pabrik secara patungan dengan Indian Railways. Alstom akan membuat mesin listrik senilai USD3 miliar atau Rp40 triliun.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
India dan Arab Saudi...
India dan Arab Saudi Lirik Investasi di Bandara Kertajati, Kemenhub Benahi Infrastruktur
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Dorong Pemulihan Ekonomi
Terima Pendanaan dari...
Terima Pendanaan dari CCB Indonesia, IIF Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Tak Asal Bangun, Kemenhub...
Tak Asal Bangun, Kemenhub Akan Ukur Dampak Infrastruktur ke Ekonomi
Pandemi Bongkar Kelemahan...
Pandemi Bongkar Kelemahan Infrastruktur Ekonomi 4.0
Berita Terkini
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
48 menit yang lalu
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
1 jam yang lalu
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
1 jam yang lalu
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
2 jam yang lalu
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
2 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
2 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved