Tahan Suku Bunga, The Fed Optimistis Ekonomi AS Positif

Kamis, 02 Februari 2017 - 11:27 WIB
Tahan Suku Bunga, The...
Tahan Suku Bunga, The Fed Optimistis Ekonomi AS Positif
A A A
WASHINGTON - Bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) menatap positif pada perekonomian AS, usai menahan suku bunga pada pertemuan pertama sejak Presiden AS Donald Trump menjabat.

Seperti dikuti dari BBC, Kamis (2/2/2017), The Fed memutuskan dengan suara bulat untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 0,5% hingga 0,75%. Pasar pekerjaan dan kegiatan ekonomi tercatat terus menguat.

"Tindakan dari konsumen dan sentimen bisnis telah membaik akhir-akhir ini," kata bank sentral dalam sebuah pernyataannya.

The Fed telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25% pada Desember, peningkatan kedua dalam satu dekade. Presiden Trump telah berjanji untuk meningkatkan pertumbuhan melalui pemotongan pajak, pengeluaran dan deregulasi, meningkatkan prospek inflasi yang lebih tinggi.

Ketua The Fed Janet Yellen pada bulan lalu memperingatkan bahwa dengan perekonomian memberikan kesempatan kerja lebih banyak, bank sentral mempertaruhkan "kejutan buruk" pada inflasi jika itu terlalu lambat dengan kenaikan suku bunga.

The Fed mengatakan bahwa inflasi akan meningkat menjadi 2% dalam jangka menengah. Namun, tidak berkomentar tentang pengaruh rencana pemerintahan Trump.

Meskipun optimistis, bank sentral juga mengisyaratkan bahwa pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), sebagai badan yang menetapkan tarif, akan tetap menaikkan suku bunga secara bertahap.

Investor berharap ada kejelasan tentang kapan kenaikan berikutnya akan terjadi dan berapa kali yang direncanakan untuk tahun ini. "Ini hanya pertemuan FOMC pertama pada 2017 sehingga masih banyak peluang bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sepanjang tahun ini dan kemungkinan kita akan melihat kenaikan suku bunga pada Maret atau Juni," kata Managing Director Charles Schwab, Kully Samra.

"Dalam pandangan kami, dua kenaikan suku bunga tahun ini akan cukup untuk mencegah kekhawatiran inflasi dan tidak akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi," imbuhnya.

Dennis de Jong, managing director UFX.com, mengatakan bahwa ketidakpastian tentang kebijakan ekonomi Trump lebih lanjut bisa menunda laju kenaikan berikutnya. "Dengan Trump masih terang pada setiap rencana konkret atau menunggu waktu, Yellen mungkin terpaksa menunggu lebih lama sebelum mengambil keputusan," tuturnya.

Data resmi pekan lalu menunjukkan ekonomi AS tumbuh pada laju tahunan sebesar 1,9% pada kuartal keempat tahun lalu, atau mengalami perlambatan dari pertumbuhan kuartal sebelumnya 3,5%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
The Fed Diproyeksi Bakal...
The Fed Diproyeksi Bakal Pertahankan Suku Bunga
The Fed Umumkan Tapering...
The Fed Umumkan Tapering di Akhir Bulan, Analis: Angin Segar Buat Investor
Jerome Powell Pidato...
Jerome Powell Pidato Pekan Depan, Waspadai Tapering The Fed!
Optimisme Terhadap Ekonomi...
Optimisme Terhadap Ekonomi Dorong Wall Street Menguat
Wall Street Dibuka Fluktuatif...
Wall Street Dibuka Fluktuatif Menanti Rilis The Fed
Suku Bunga AS Naik ke...
Suku Bunga AS Naik ke Level Tertinggi dalam 22 Tahun, Bos The Fed Bilang Begini
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
23 menit yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
37 menit yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
1 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
1 jam yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
1 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved