Dow Jones Dekati Rekor Tertinggi Jelang Pidato Trump

Selasa, 28 Februari 2017 - 08:45 WIB
Dow Jones Dekati Rekor...
Dow Jones Dekati Rekor Tertinggi Jelang Pidato Trump
A A A
NEW YORK - Wall Steet pada perdagangan kemarin waktu setempat berakhir sedikit lebih tinggi, saat indeks Dow Jones dekati level tertinggi. Kenaikan ini jelang pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait penyaluran dana untuk infrastruktur pada tengah pekan ini.

Dow Jones ditutup pada rekor tertinggi ditopang kenaikan beberapa saham di antaranya Boeing (BA. N) dan UnitedHealth (UNH.N) untuk memberikan dorongan terbesar pada awal pekan. Selain itu indeks S&P 500 juga berakhir lebih tinggi, terimbas sektor energi yang bergerak positif dimana indek energi SPNY naik 0,9%.

Di sisi lain Trump dijadwalkan bertemu dengan gubernur negara bagian di Gedung Putih, ketika ia mengatakan akan mencari apa yang disebutnya sebagai sesuatu bersejarah dengan peningkatan anggaran militer lebih dari 9%. Ditambah katanya pemerintah bakal melakukan percepatan reformasi regulasi.

Tercatat beberapa saham perusahaan pertahanan AS mengalami peningkatan seperti Boeing (BA. N), Raytheon (RTN. N), General Dynamics (GD. N) dan Lockheed Martin (LMT. N). Mayoritas berakhir lebih tinggi, setelah Trump mengatakan bakal menambah anggaran Pentagon sebesar USD54 miliar pada pengajuan anggaran pertama. Pada saham Boeing sendiri melonjak mencapai 1,1% diikuti saham UnitedHealth yang naik 1,4%.

Dow Jones Industrial Average (DJI) pada awal pekan naik sebesar 15,68 poin atau 0,08% menjadi 20.837,44, sedangkan indeks S & P 500 memperoleh tambahan 2,39 poin atau setara 0,10% ke level 2.369,73. Peningkatan juga terjadi pada komposit Nasdaq dengan tambahan 16.59 poin atau 0.28% ke level 5,861.90.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
21 menit yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
41 menit yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
2 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved