Nasabah Asing Target Utama Pembukaan Data Rekening Perbankan

Jum'at, 03 Maret 2017 - 15:59 WIB
Nasabah Asing Target...
Nasabah Asing Target Utama Pembukaan Data Rekening Perbankan
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Kerahasiaan Perbankan yang akan diterbitkan pemerintah akan menjadi aturan primer, mengenai pertukaran informasi data perbankan untuk keperluan perpajakan (Automatic Exchange of Information/AEoI).

Dengan aturan tersebut, pemerintah akan memiliki akses ke rekening nasabah asing yang ada di perbankan Indonesia.

(Baca: Perppu Jadi Landasan Kuat Keterbukaan Data Keuangan dan Pajak )

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengungkapkan, pihaknya juga akan mengeluarkan surat edaran (SE) mengenai standar implementasi AEoI berupa common reporting standard (CRS). SE tersebut juga akan mengatur mengenai pembukaan data rekening nasabah asing yang ada di perbankan dalam negeri.

"SE itu tentang CRS ya. Bagaimana bank harus melakukan apa. Ya biasa lah, kayak aturan misalnya bank harus gini, bank harus begitu. Bank umum yang punya nasabah asing," katanya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (3/3/2017).

(Baca: OJK: Buka Data Nasabah Bank Demi Hindari Penggelapan Pajak )

Pada dasarnya, kata dia, pertukaran informasi perbankan untuk nasabah asing sejatinya telah dilakukan Amerika Serikat (AS) melalui Foreign Account Tax Compliance Action (FATCA) sejak 2010. Sebanyak 113 negara turut serta dalam perjanjian bilateral yang dibuat AS tersebut.

(Baca: OJK: Buka Data Nasabah Bank Demi Hindari Penggelapan Pajak )

"Kalau untuk nasabah bank asing sudah. Terutama nasabah berkebangsaan Amerika itu sudah cukup maju. Karena FATCA itu sudah mulai 2010," imbuh dia.

Saat ini, Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu tengah mempersiapkan infrastruktur untuk mekanisme pelaporannya. "Kita dengan DJP juga sudah mempersiapkan infrastrukturnya termasuk mekanisme pelaporannya. Jadi, nanti dari bank masuk ke OJK, laporannya dari OJK ke DJP, dari DJP nanti ke Amerika atau lainnya," terangnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
2 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
2 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
3 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
4 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
5 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
5 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Program Utama Pemerintahan Prabowo-Gibran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved