Kawasan Asia Diperkirakan ADB Butuh Investasi USD26 Triliun

Selasa, 21 Maret 2017 - 11:58 WIB
Kawasan Asia Diperkirakan...
Kawasan Asia Diperkirakan ADB Butuh Investasi USD26 Triliun
A A A
JAKARTA - Kawasan Asia yang sedang berkembang diyakini memerlukan investasi sebesar USD26 triliun selama 2016-2030 dengan rincian mencapai USD1,7 triliun per tahun. Angka ini dibutuhkan jika ingin mempertahankan momentum pertumbuhan, memberantas kemiskinan, dan merespons perubahan iklim. Perkiraan ini telah disesuaikan engan memasukkan perhitungan biaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Vice President Asia Development Bank (ADB) Bambang Susantono mengatakan, jika tidak memperhitungkan biaya tersebut, maka diperlukan USD22,6 triliun, atau USD1,5 triliun per tahun (perkiraan dasar/baseline). "Asia akan mengalami pertumbuhan penduduk yang pesar di tahun 2025. Terutama di negara Jepang. ADB konsen akan hal ini," kata dia di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Reformasi regulasi dan kelembagaan lanjut dia, memang diperlukan agar investasi pada sektor lnfrastruktur dapat lebih menarik bagi investor swasta dan mampu menciptakan berbagai proyek yang layak bagi kerjasama publik swasta (KPS). Berbagai negara menurut dia perlu menjalankan reformasi yang berkaitan dengan KPS, seperti mengeluarkan aturan perundang-undangan untuk KPS.

Merampingkan proses pengadaan dan penawaran KPS, menetapkan mekanisme penyelesaian sengketa hingga mendirikan unit independen yang mengurus KPS. "Pendalaman pasar modal juga diperlukan guna menyalurkan tabungan yang bernilai cukup besar di kawasan ini menjadi investasi infrastruktur yang produktif," paparnya.

Hal ini lantaran, beberapa negara mulai bergerak pada ekonomi yang low income ke middle income dan ADB terus mengevaluasi ini. Bambang menambahkan, di Asia Timur akan mengambil porsi hingga 61% dari kebutuhan investasi yang sudah disesuaikan dengan perubahan iklim hingga 2030.

"Namun apabila ditinjau dari persentase terhadap PDB, subkawasan Pasifik memimpin dengan kebutuhan investasi senilai 9 1% dari total PDB-nya. Berikutnya adalah Asia Selatan (8,8%), Asia Tengah (7,8%), Asia Tenggara (5,7%), dan Asia Timur (52%)," tandas dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi ADB: Perdana...
Proyeksi ADB: Perdana dalam 3 Dekade, Pertumbuhan Asia Bakal Melewati China
Dapat Angin Segar dari...
Dapat Angin Segar dari China, ADB Ramal Negara Berkembang Asia Mengakhiri 2023 Lebih Cerah
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Bank Dunia: Ketidakpastian...
Bank Dunia: Ketidakpastian Global Lebih Mengancam Ekonomi Asia Dibanding Tarif Trump
Asia Tenggara Berpotensi...
Asia Tenggara Berpotensi Besar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dunia
Bikin Iri, Ekonomi China...
Bikin Iri, Ekonomi China Diperkirakan Meroket 7,9 Persen
Berita Terkini
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
13 menit yang lalu
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
33 menit yang lalu
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
45 menit yang lalu
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
51 menit yang lalu
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
1 jam yang lalu
Beli Rumah Bukan Lagi...
Beli Rumah Bukan Lagi Mimpi! BRI x REI Expo Semarang 2026 Hadirkan KPR Super Ringan
2 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved