Luhut: Freeport Jangan Banyak Ngatur Pemerintah

Jum'at, 24 Maret 2017 - 15:09 WIB
Luhut: Freeport Jangan...
Luhut: Freeport Jangan Banyak Ngatur Pemerintah
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta PT Freeport Indonesia (PTFI) agar tidak banyak mengatur. Apalagi, menyangkut aturan soal izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

Luhut menjelaskan, Freeport sudah melakukan kegiatan operasional di Indonesia. Divestasi saham 51% dan pembangunan smelter wajib dipenuhi. ( Baca: Luhut Sebut Perundingan dengan Freeport Makin Maju ).

"Jadi, supaya teman-teman Amerika tahu juga, bahwa kalau ada opsi kencang-kencangan dan sudah operasional sudah jalan, jangan banyak atur, 51%, tentu smelter, ketiga mengenai aturan pajak. Kalau mau bayar pajak 20 tahun ya silakan, itu sekarang sedang diomongin," ujarnya di Jakarta, Jumat (24/3/2017).

Sementara terkait divestasi, lanjut Luhut, PT Inalum yang disiapkan untuk memgambil sebagian saham Freeport masih dalam perundingan. Pastinya, nanti mayoritas tambang Papua jadi milik Indonesia.

"Mengenai Freeport ke Inalum biarlah perundingan dulu. Tapi kalau bertahap, bertingkat itu berlanjut, harganya kita sampai 2021 dan yang menjadi milik kita, yang di bumi itu masih milik pemerintah Indonesia," tegas dia.

Luhut menambahkan, saat ini tidak ada masalah soal kontrak dalam bentuk IUPK yang harus diemban Freeport. Semua proses itu dinilainya sudah berjalan dengan baik.

"Sudah jalan kok enggak ada masalah, sekarang sudah on going. Ya kita tunggu saja. Kita enggak mau juga ribut, jadi kau mau perpanjang tinggal rumahku? Ya aku maunya gini," ujar Luhut.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
3 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
4 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
4 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
4 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved