Rupiah Dibuka Mixed Saat USD Goyah Lawan Yen

Selasa, 04 April 2017 - 10:24 WIB
Rupiah Dibuka Mixed...
Rupiah Dibuka Mixed Saat USD Goyah Lawan Yen
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka mixed, setelah memperlihatkan tren penurunan awal pekan kemarin. Mata uang Garuda mencoba menguat, meski belum mampu memanfaatkan goyahnya USD terhadap Yen Jepang.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka melemah ke level Rp13.326/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.324/USD.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah pada awal perdagangan berada di posisi negatif yakni Rp13.328/USD atau mulai memburuk dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.325/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran level Rp13.322-Rp13.331/USD.

Sementara berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah di awal perdagangan terlihat mencoba bangkit pada level Rp13.320/USD. Posisi ini sedikit lebih baik dari penutupan awal pekan kemarin Rp13.332/USD.

Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada pagi ini juga menunjukkan penguatan tipis di level Rp13.318/USD atau sedikit membaik dari posisi kemarin Rp13.320/USD. Rupiah bergerak dengan kisaran harian Rp13.318-Rp13.327/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Selasa (4/4/2017) USD mulai goyah melawan yen pada perdagangan hari ini, ketika investor masih memantau pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping. Apalagi kemarin terjadi ledakan pada stasiun kereta bawah tanah St. Petersburg, Rusia untuk jadi sentimen negatif.

Tercatat USD mencegah kerugian semalam dan turun 0,15% pada level 110.685 terhadap yen, untuk menjadi yang terendah dalam sepekan. Sedangkan euro cenderung stabil pada posisi 1.0666 terhadap USD, usai naik hanya sekitar 0,2% pada sesi sebelumnya.

Pergerakan mendatar juga diperlihatkan dolar Australia di level 0.7605 saat melawan USD, setelah sempat terus menyusut selama dua pekan. Pounds sedikit berubah di level 1.2489, usai jatuh 0,7% ketika data manufaktur Inggris kehilangan momentum bulan lalu untuk menjadi sinyal kemungkinan kehilangan dorongan ekonomi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
3 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
4 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
4 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
4 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
5 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
5 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved