Produk Sawit Dihadang, Mendag Ajak Malaysia Keroyok Uni Eropa

Senin, 17 April 2017 - 16:31 WIB
Produk Sawit Dihadang,...
Produk Sawit Dihadang, Mendag Ajak Malaysia Keroyok Uni Eropa
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengajak Malaysia untuk bersama menghadapi tuntutan Parlemen Uni Eropa yang dikeluarkan melalui resolusi terkait dengan sertifikasi produk sawit serta pelarangan biodiesel berbasis sawit.

Hal ini mengingat Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara yang memegang pangsa pasar (market share) terbesar di dunia untuk produk minyak sawit. Indonesia dan Malaysia saat ini memegang 85% pasar minyak sawit dunia.

(Baca: Lawan UE, Mendag Tuntut Produk Nabati Dunia Berstandar Sama )

Karena itu, Enggar berpikir akan lebih baik jika dua negara serumpun ini menghadapi persoalan ini secara bersama-sama. "Ya kan kita sama-sama (kena masalah soal sawit di Eropa). Market share kita dan Malaysia di dunia itu kan 85%. Nah, daripada kita sendiri-sendiri, kita berdua bersama-sama dengan Malaysia menghadapi tuntutan ini," katanya di Gedung Kemendag, Jakarta, Senin (17/4/2017).

Mantan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) ini menuturkan, dirinya juga telah melayangkan surat protes kepada Menteri Perdagangan Uni Eropa atas keluarnya resolusi tersebut. Menurutnya, resolusi tersebut akan mengganggu hubungan dagang antara Uni Eropa dengan Indonesia.

"Tuduhan-tuduhan itu, kami sampaikan kami secara serius, itu tidak benar. Saya juga menyampikan bahwa kalau hal ini (Resolusi Parlemen Uni Eropa) dilaksanakan itu mengganggu perjanjian perdagangan Uni Eropa dengan Indonesia," terangnya.

Sekadar informasi, Parlemen Uni Eropa mengeluarkan resolusi soal sawit dan pelarangan biodiesel berbasis sawit karena dinilai masih menciptakan banyak masalah dari deforestasi, korupsi, pekerja anak, sampai pelanggaran HAM.

Dalam resolusi yang secara khusus menyebut Indonesia itu, menghasilkan voting 640 anggota parlemen setuju, 18 menolak dan 28 abstain. Laporan sawit bersifat non-binding ini akan diserahkan kepada komisi dan Presiden Eropa.

Baca Juga:

Kampanye Produk Sawit RI Minim di Tengah Resolusi Sawit Eropa
Resolusi Sawit Uni Eropa Bisa Memicu Perang Dagang
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komitmen YIDH Dukung...
Komitmen YIDH Dukung Pelaksanaan Peta Jalan Menuju Sawit Berkelanjutan di Aceh
Sejumlah Masalah yang...
Sejumlah Masalah yang Bikin Pengusaha Sawit dan Masyarakat Tidak Akur
Perkebunan Sawit Berkelanjutan...
Perkebunan Sawit Berkelanjutan Tumbuhkan Ekonomi Desa Terpencil
Pengolahan yang Baik...
Pengolahan yang Baik Jadikan Limbah Cair Pabrik Sawit Bernilai Ekonomi Tinggi
Aspekpir Kolaborasi...
Aspekpir Kolaborasi Buat Film Dokumenter Desa Transmigrasi Sawit
Wujudkan Perkebunan...
Wujudkan Perkebunan Berkelanjutan, SPKS Dorong Kemitraan Usaha dengan Petani
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia U-23
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved