Wall Street Tergelincir Saat Fed Tahan Suku Bunga

Kamis, 04 Mei 2017 - 08:43 WIB
Wall Street Tergelincir...
Wall Street Tergelincir Saat Fed Tahan Suku Bunga
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat berakhir sedikit lebih rendah, setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias The Fed menekankan tidak akan mengubah tingkat suku bunga. Sementara investor masih fokus terhadap laporan pendapatan kuartal pertama tahun ini.

Indeks S & P 500 mengurangi kerugian setelah pernyataan dari bank sentral AS terkait pertumbuhan
ekonomi kuartal pertama yang lemah dan menekankan kekuatan pasar tenaga kerja, sebagai sinyal untuk bisa mengencangkan kebijakan moneter awal Juni. Investor sendiri masih berharap kenaikan suku bunga acuan pada bulan depan.

Sektor keuangan S & P membaik yang akhirnya naik 0,6% setelah pernyataan Fed bullish, saat tujuh dari 11 sektor utama berakhir negatif. Fed sendiri sedang berada dalam siklus pengetatan untuk pertama kalinya, ketika lebih dari satu dekade menjaga suku bunga rendah untuk membantu perekonomian usai resesi keuangan 2007-2009.

"The Fed telah mengatakan bahwa kenaikan akan dilakukan secara bertahan. Selanjutnya saya rasa, kemungkinan besar akan terjadi kenaikan kembali pada Juni," ucap Senior Economist Moody's Analytics Ryan Sweet di West Chester, Pennsylvania.

Tercatat indeks S & P 500 kehilangan 3,04 poin atau setara dengan 0,13% ke level 2.388,13. Sedangkan komposit Nasdaq menyusut 22,82 poin atau 0,37% menjadi 6.072,55 yang merupakan persentase penurunan terbesar sejak tiga pekan. Di sisi lain Dow Jones Industrial Average (DJI) meningkat 8,01 poin atau 0,04% ke posisi 20.957,9.

Kuartal pertama keuntungan di perusahaan S & P 500 diprediksi meningkat 14.2% atau menjadi pertumbuhan terkuat sejak 2011, berdasarkan data Thomson Reuters. Sementara beberapa saham yang menyusut yakni Apple turun 0,3% untuk memberikan tekanan, setelah laporan keuangan produsen iPhone itu mencetak hasil negatif.

Saham Sprint (S.N) meluncur 14,3% saat Delphi otomotif (DLPH.N) melompat 10,9%. New York Times (NYT. N) naik 12,6% setelah penerbit koran melaporkan pertumbuhan pendapatan triwulanan terbesar dalam enam tahun. Sedangkan saham Facebook Inc (FB. O) jatuh lebih dari 1% bahkan meski laporan laba perusahaan melonjak. Sekitar 7.3 miliar saham diperdagangkan, di atas rata-rata harian 6.6 miliar selama 20 sesi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Mitigasi Risiko Blackout,...
Mitigasi Risiko Blackout, Diversifikasi Energi Jadi Strategi Ketahanan Listrik
22 menit yang lalu
Danantara Mulai Merger...
Danantara Mulai Merger BUMN Sekuritas, Mandiri hingga BNI Sekuritas Dilebur
30 menit yang lalu
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
1 jam yang lalu
Dukung Ekonomi Berkelanjutan,...
Dukung Ekonomi Berkelanjutan, Jamkrindo Syariah Perkuat Penerapan Prinsip Syariah
1 jam yang lalu
Purbaya Tolak Permintaan...
Purbaya Tolak Permintaan Himbara Perpanjang Tenor Dana SAL hingga Setahun
1 jam yang lalu
100 Jenama Indonesia...
100 Jenama Indonesia Unjuk Gigi di MASA Singapore 2026, Astra Dorong Kolaborasi Bersama
1 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved