Pengetatan dan Importasi Bawang Putih Hanya Solusi Jangka Pendek

Selasa, 16 Mei 2017 - 01:04 WIB
Pengetatan dan Importasi...
Pengetatan dan Importasi Bawang Putih Hanya Solusi Jangka Pendek
A A A
JAKARTA - Gabungan Importir Nasional Indonesia (GINSI) menyorot kebijakan pemerintah yang akan memperketat tata niaga dan importasi bawang putih. Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) GINSI Erwin Taufan mengatakan, pemerintah hendaknya memberikan dorongan kepada para petani bawang putih di Indonesia dengan memberikan modal. Dengan begitu, kebijakan menanam komoditas di daerah potensial bisa lebih banyak.

"Jadi jangan yang diatur itu tata niaga dan importasinya. Peran dari pemerintah daerah dan pusat harus dirasakan langsung oleh petani komoditas itu. Sehingga yang ada bukan cuma pencitraan saja,” ujarnya di Jakarta, Senin (15/5/2017).

Menurutnya, pemerintah seharusnya membuat regulasi yang tidak bersifat jangka pendek atau sesaat dalam menekan harga komoditas di dalam negeri. Misalnya, importasi bawang putih yang mengharuskan rekomendasi dari Kementerian Pertanian sebelum mengantongi izin impor bawang putih.

“Itu (kebijakan) hanya bagus untuk jangka pendek, yang kami nilai hanya bisa dilihat oleh masyarakat bahwa pemerintah ini ada aksinya. Padahal intinya tidak di situ, sebab harga yang di patok pemerintah Rp38.000/kg itu, memang kedepan harga yang dipasar memang segitu," ujarnya.

Dia menilai, adanya kebijakan tersebut dikhawatirkan hanya pemain besar saja yang memegang rekomendasi atau izin impor. Dia menjelaskan, ada dua penyebab tingginya harga bawang putih. Pertama, panen komoditas di China terlambat. Kedua, adanya mafia yang membeli ke petani di China dengan jumlah besar sehingga gudang (cold storage) mereka mampu menampung hingga 500 ribu ton/gudang.

“Kondisi seperti ini terjadi sejak 2013-2017. Bahkan ada anggota GINSI yang membeli bawang putih di China dengan posisi harga sekarang USD1.800 per ton. Tetapi dalam dua minggu ke depan harga akan turun hingga USD1.500-1.200 per tonnya," ungkapnya.

Saat ini terdapat lima negara di dunia yang menghasilkan komoditas bawang putih. Yaitu China, Thailand, India, Vietnam serta Mynmar. “Indonesia tidak termasuk. Bahkan di Thailand, tentaranya turut disiagakan untuk menyiram lahan pertanian yang tidak bisa di capai irigasi,” ujarnya.

Kebijakan tata niaga importasi bawang putih oleh Kementerian Pertanian dinilai hanya menunjukkan kegamangan pemerintah dalam memastikan ketersediaan komoditas tersebut, terutama saat Ramadhan dan Idul Fitri tiba.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Barantan Kementan Tahan...
Barantan Kementan Tahan 36 Ton Bawang Merah Impor Ilegal
Pengamat: Pemerintah...
Pengamat: Pemerintah Perlu Sinkronkan Aturan Impor Bawang Putih
Presiden Prabowo Diminta...
Presiden Prabowo Diminta Berantas Mafia Impor Bawang Putih
Stok Bawang Putih Menipis,...
Stok Bawang Putih Menipis, Harga Terus Merangkak
Kisruh Impor Bawang...
Kisruh Impor Bawang Putih, DPR Akan Telusuri Penerbitan SPI
Harga Bawang Putih Meroket,...
Harga Bawang Putih Meroket, Permainan Kuota Impor Masih Berjalan?
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
9 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
12 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
12 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
13 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved