Opsi Lokasi Pembangunan Blok Masela Ditambah

Rabu, 17 Mei 2017 - 14:53 WIB
Opsi Lokasi Pembangunan...
Opsi Lokasi Pembangunan Blok Masela Ditambah
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memberikan satu opsi tambahan untuk pembangunan kilang Blok Masela, Maluku. Sebelumnya, pemerintah hanya memberikan dua opsi lokasi kilang Masela yakni di Pulau Yamdena dan Pulau Aru.

(Baca Juga: Jonan Minta Inpex Percepat Pengembangan Blok Masela )

Penambahan satu opsi lokasi tersebut merupakan kesepakatan antara Jonan dengan Inpex Corporation saat kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang beberapa waktu lalu. Namun, mantan Menteri Perhubungan ini masih enggan menyebutkan pulau yang menjadi opsi tambahan untuk lokasi kilang tersebut.

"Kemarin saya kesepakatannya nggak mau dua lokasi (kilang Masela)," katanya di sela acara pembukaan The 41th IPA Convention and Exhibition di JCC, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Selain itu, kata Jonan, pemerintah dan Inpex juga telah menyepakati proses preliminary Front End Engineering Design (pre-FEED) kilang gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG) bagi produksi gas Masela hanya dalam satu tahap. Sebelumnya, Inpex berencana melakukan pre-FEED dalam dua tahap yakni untuk pre-FEED lokasi dan besaran produksi.

"Daripada debat pre-FEED dua tahap atau apa. Pre-FEED nya satu aja dimasukkan semua disitu. Yang lain enggak bisa dijelaskan sekarang, dibahas secara teknis sama Pak Wamen dan Pak Amien (Amien Sunaryadi-Kepala SKK Migas). Tapi mudah-mudahan setelah IPA Conference selesai. Udah dibilang pre-FEED nya satu aja. Terus mereka (Inpex) sepakat," tandasnya.

Sekadar infromasi, pre-FEED merupakan tahapan studi konseptual mengenai proyek fasilitas produksi. Dalam proses pre-FEED, dilakukan proses identifikasi dan seleksi jenis, konsep, dan konfigurasi fasilitas produksi yang paling sesuai.

Untuk kilang LNG blok Masela, pre-FEED dilakukan untuk menentukan kapasitas dan lokasi kilang. Pemerintah memberikan dua opsi kapasitas kilang yaitu LNG sebanyak 7,5 metrik ton per annum (MTPA) dan gas pipa sebesar 474 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), serta LNG sebesar 9,5 MTPA dan 150 MMSCFD gas pipa.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diamuk Menteri ESDM...
Diamuk Menteri ESDM Soal Blok Masela, Begini Respons Shell
Komisi VII Desak ESDM...
Komisi VII Desak ESDM Bereskan Masalah Shell di Masela
Minat Caplok Blok Masela...
Minat Caplok Blok Masela 10%, Menteri ESDM Minta Medco Izin ke Konsorsium
Revisi Pengembangan...
Revisi Pengembangan Blok Masela Diteken Menteri ESDM, Nilai Investasinya Tembus Segini
Dirjen Migas Buka Suara...
Dirjen Migas Buka Suara Soal Tambahan Mitra Baru Pertamina Garap Masela
Siap-siap! Akan Ada...
Siap-siap! Akan Ada Kejutan Bos Pertamina Soal Blok Masela
Berita Terkini
Industri Keramik Tertekan,...
Industri Keramik Tertekan, Concord Industry Minta Harga Gas Lebih Kompetitif
12 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
1 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
1 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
AU Ukraina Tak Sengaja...
AU Ukraina Tak Sengaja Bocorkan Lokasi Jet Tempur F-16
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved