Wall Street Rebound Tertolong Penguatan Data Ekonomi

Jum'at, 19 Mei 2017 - 08:45 WIB
Wall Street Rebound...
Wall Street Rebound Tertolong Penguatan Data Ekonomi
A A A
NEW YORK - Wall Street mulai pulih pada perdagangan kemarin waktu setempat seiring selloff saham terbesar, dengan bantuan pelonggaran peraturan internet dan data ekonomi yang kuat. Investor sendiri masih memantau kondisi di Washington setelah Presiden AS Donald Trump diduga berusaha mengganggu penyelidikan federal terkait hubungan antara mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn's dengan Rusia.

Investor sedikit lega terkait penunjukan mantan Direktur FBI Robert Mueller untuk menyelidiki dugaan keterlibatan Rusia dalam pemilihan dan kemungkinan kolusi antara Trump dan Moskow terkait kampanye presiden.

"Kita mungkin hanya sedikit khawatir dari kegugupan, hanya saja investor yang benar-benar khawatir. Apapun hasilnya (penyelidikan), orang merasa mungkin memiliki keyakinan itu adalah hasil yang akurat dan tidak memihak," Chief Officer Investasi OakBrook Investments LLC Janna Sampson.

Tercatat Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 56,09 poin atau 0,27% ke level 20.663,02 dan indeks S & P 500 memperoleh tambahan 8,69 poin atau 0,37% menjadi 2.365,72. Sedangkan komposit Nasdaq meningkat 43,89 poin atau 0,73% ke posisi 6.055,13.

Investor juga memantau semua kondisi yang bisa mendorong ataupun menghambat kemampuan Trump untuk menerapkan kebijakan seperti reformasi pajak dan deregulation. Setidaknya beberapa pasar saham rally pasca pemilu berkat usulan-usulan.

Sektor jasa telekomunikasi meningkat dengan persentase terbesar sebesar 1,2%. Sedangkan sektor teknologi S & P 500 yang hari sebelumnya menjadi salah satu terburuk mulai pulih 0,6%. Beberapa saham yang melemah yakni Cisco (CSCO.O) 7,2% setelah pendapatan kuartalan perusahaan global dalam bidang telekomunikasi di bawah perkiraan analis.

Wal-Mart (WMT.N) naik 3,2% di posisi USD77.54 usai pencapaian triwulanan mengalahkan harapan analis. Sekitar 8,16 miliar diperdagangkan pada bursa saham AS kemarin waktu setempat, atau jauh meningkat dibandingkan rata-rata harian 6,99 miliar dalam 20 sesi perdagangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
8 menit yang lalu
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
1 jam yang lalu
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
2 jam yang lalu
Menilik Strategi Eksportir...
Menilik Strategi Eksportir Kelapa Bulat Bertahan di Tengah Ketatnya Pasar Global
2 jam yang lalu
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
2 jam yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
3 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved