Rangsang Pembangunan, Pemerintah Beri Reward dan Punishment

Selasa, 06 Juni 2017 - 22:33 WIB
Rangsang Pembangunan,...
Rangsang Pembangunan, Pemerintah Beri Reward dan Punishment
A A A
JAKARTA - Pemerintah berikhtiar menekan tingkat kemiskinan di Indonesia dengan pemaksimalan kinerja pembangunan ekonomi dan sosial yang dilakukan di setiap daerah.

Untuk merangsang pembangunan di daerah, akan ada penghargaan kepada daerah berprestasi alias berhasil memberikan perannya untuk ekonomi yang lebih baik.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo menyampaikan, penghargaan yang diberikan kepada daerah tersebut, mirip seperti festival film, dimana ada setiap kategori yang bisa dimenangkan oleh daerah tersebut.

"Kayak festival film, nanti ada penulis skenario terbaik, sutradara terbaik, ada kategori lain. Nah kalau nanti ada daerah dengan tata kelola keuangan dan pemerintahan terbaik. Daerah dengan prestasi penurunan kemiskinan terbaik. Daerah dengan pelayanan kesehatan terbaik. Daerah dengan pelayanan pendidikan terbaik," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Boediarso menegaskan, dalam penghargaan tersebut, terdapat kurang lebih 10 kategori yang akan dikompetisikan. Dan kategorinya juga akan dibagi tiga, yakni juara, peringkat kedua dan peringkat ketiga.

"Terus kalau nanti ada yang banyak menang dalam semua aspek, tentu ada juara umumnya. Dan itu nanti setiap kategori ada insentifnya," katanya.

Selain reward atau penghargaan, ada pula bentuk punishment yang akan diberikan untuk mereka yang daerahnya tidak ada perform sama sekali untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Itu ada banyak jenisnya. Misalnya penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil dan unit transfer lainnya bagi daerah-daerah yang tidak memenuhi persyaratan tertentu. Hukumannya bahkan bisa pemotongan. Kalau enggak memenuhi alokasi dana desa 10% misalnya, itu nanti akan dipotong. Semacam itu lah," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lapor Bu Sri Mulyani,...
Lapor Bu Sri Mulyani, Duit Pinjaman Daerah Dipakai Pejabat Buat Beli Mobil
Ada Dana Rp15 T untuk...
Ada Dana Rp15 T untuk Pinjaman PEN Daerah, Baru DKI dan Jabar yang Ajukan
Sri Mulyani Pede Pertumbuhan...
Sri Mulyani Pede Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I/2020 Capai 4,5%
Kemenkeu Patok Pertumbuhan...
Kemenkeu Patok Pertumbuhan Ekonomi 2021 di Kisaran 4,5-5,5%
Empat Opsi Kebijakan...
Empat Opsi Kebijakan dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional
Ekonomi Indonesia Kuartal...
Ekonomi Indonesia Kuartal IV-2020 Diprediksi Tumbuh 0,31%
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved