Pelemahan IHSG Diprediksi Berlanjut, Perhatikan 7 Saham Ini
Rabu, 07 Juni 2017 - 08:23 WIB
Pelemahan IHSG Diprediksi Berlanjut, Perhatikan 7 Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan menguji support MA25 dan support MA50 sebagai target pelemahan selanjutnya dengan range pergerakan 5.653-5.722.
Lanjar mengatakan, IHSG secara teknikal bergerak tertahan pada resistance upper bollinger bands dan terkonsolidasi pada Moving Average 7 hari dan 25 hari.
"Indikator stochastic bergerak negatif dengan momentum indikator RSI yang cenderung bearish," ujarnya di Jakarta, Selasa (7/6/2017).
Sementara, IHSG kemarin pun terhempas setelah dibuka mencoba menguat namun ditutup turun 40,40 poin sebesar 0,7% di level 5.707,83 dengan sektor properti yang menjadi pionir pelemahan di level 2,28%.
Belum adanya koreksi yang berarti pada sektor properti pasca naiknya investment grade Indonesia menjadikan pelemahan kali ini dinilai wajar.
"Kehati-hatian pemerintah menentapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,4% hingga 6,1% seakan menjadi signal dampak adanya ketidakpastian ekonomi global. Investor asing tercatat net sell Rp679,22 miliar," kata Lanjar.
Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Indofarma Tbk (INAF), dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN).
Lanjar mengatakan, IHSG secara teknikal bergerak tertahan pada resistance upper bollinger bands dan terkonsolidasi pada Moving Average 7 hari dan 25 hari.
"Indikator stochastic bergerak negatif dengan momentum indikator RSI yang cenderung bearish," ujarnya di Jakarta, Selasa (7/6/2017).
Sementara, IHSG kemarin pun terhempas setelah dibuka mencoba menguat namun ditutup turun 40,40 poin sebesar 0,7% di level 5.707,83 dengan sektor properti yang menjadi pionir pelemahan di level 2,28%.
Belum adanya koreksi yang berarti pada sektor properti pasca naiknya investment grade Indonesia menjadikan pelemahan kali ini dinilai wajar.
"Kehati-hatian pemerintah menentapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,4% hingga 6,1% seakan menjadi signal dampak adanya ketidakpastian ekonomi global. Investor asing tercatat net sell Rp679,22 miliar," kata Lanjar.
Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Indofarma Tbk (INAF), dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN).
(izz)
Lihat Juga :