IHSG Diperkirakan Mixed, Perhatikan 7 Saham Ini
Kamis, 08 Juni 2017 - 08:03 WIB
IHSG Diperkirakan Mixed, Perhatikan 7 Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih akan bergerak mixed (variatif) cenderung mengalami tekanan menguji support MA25 dengan range pergerakan 5.656-5.750.
Dia menuturkan, pergerakan IHSG masih cenderung konsolidasi hingga penyempitan terjadi pada indikator Bollinger bands. Hal ini menandakan pergerakan yang kian flat pada area dekat Moving Average.
"Pengujian demi pengujian MA7 dan MA25 terus belanjut di saat indikator stochastic justru berindikasi negatif dengan bergerak bearish secara momentum," kata dia di Jakarta, Kamis (8/6/2017).
Sementara, IHSG kemarin bergerak cenderung optimis sejak awal sesi, namun hanya ditutup menguat tipis 9,49 poin sebesar 0,17% di level 5.717,32 dengan sektor pertambangan memimpin penguatan. Aksi jual investor asing yang kembali terlihat akibat faktor kehati-hatian menjadi faktor penahan di mana aksi jual investor asing tercatat bersih sebesar Rp188,16 miliar.
Data indeks keyakinan konsumen meningkat di atas ekspektasi 125,9 dari 123,7 dengan ekspektasi awal 124. Upaya Bank Indonesia untuk terus mendorong pemerintah terkait rancangan RUU Redenominasi rupiah menjadi salah satu faktor positif karena seakan mengisyaratkan kondisi dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri cukup mumpuni menghadapi redenominasi yang akan mengakibatkan inflasi lebih cepat.
Pihaknya merekomendasikan beberapa saham perlu untuk diperhatikan, yaitu PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).
Dia menuturkan, pergerakan IHSG masih cenderung konsolidasi hingga penyempitan terjadi pada indikator Bollinger bands. Hal ini menandakan pergerakan yang kian flat pada area dekat Moving Average.
"Pengujian demi pengujian MA7 dan MA25 terus belanjut di saat indikator stochastic justru berindikasi negatif dengan bergerak bearish secara momentum," kata dia di Jakarta, Kamis (8/6/2017).
Sementara, IHSG kemarin bergerak cenderung optimis sejak awal sesi, namun hanya ditutup menguat tipis 9,49 poin sebesar 0,17% di level 5.717,32 dengan sektor pertambangan memimpin penguatan. Aksi jual investor asing yang kembali terlihat akibat faktor kehati-hatian menjadi faktor penahan di mana aksi jual investor asing tercatat bersih sebesar Rp188,16 miliar.
Data indeks keyakinan konsumen meningkat di atas ekspektasi 125,9 dari 123,7 dengan ekspektasi awal 124. Upaya Bank Indonesia untuk terus mendorong pemerintah terkait rancangan RUU Redenominasi rupiah menjadi salah satu faktor positif karena seakan mengisyaratkan kondisi dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri cukup mumpuni menghadapi redenominasi yang akan mengakibatkan inflasi lebih cepat.
Pihaknya merekomendasikan beberapa saham perlu untuk diperhatikan, yaitu PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).
(izz)
Lihat Juga :