Jalur Paling Padat Padang-Bukit Tinggi-Batas Riau Siap 99%

Minggu, 18 Juni 2017 - 17:28 WIB
Jalur Paling Padat Padang-Bukit...
Jalur Paling Padat Padang-Bukit Tinggi-Batas Riau Siap 99%
A A A
JAKARTA - Ditjen Bina Marga-Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Kementerian PUPR mengatakan pada jalur terpadat di Sumatra Barat (Sumbar) yaitu Padang (Bypass)-Bukit Tinggi-Batas Riau sepanjang 205 km tersebut, saat ini telah siap 99%.

Hanya terdapat satu titik longsor yaitu pada KM 185 yang sedang dilakukan penanganan akibat longsor 9 Juni 2017 lalu. Longsor tersebut mengakibatkan tertutupnya satu lajur kendaraan dan hanya menyisakan satu lajur untuk dilalui kendaraan.

Untuk mencegah kemacetan pada titik longsor longsor, pihak BPJN III sudah bergerak cepat dengan melakukan pemasangan plat decker untuk menahan timbunan.

Saat ini progress pekerjaan sedang menunggu pengeringan beton pada plat decker tersebut dan diharapkan pada hari Senin besok sudah dapat dilakukan penimbunan sehingga pada saat kepadatan arus mudik jalan sudah dapat dilalui kendaraan dengan dua lajur.

Salah satu ruas penting lainnya adalah ruas Padang Bypass, proyek pelebaran jalan dari dua lajur menjadi empat jalur pada kedua arah saat ini sudah selesai dikerjakan. Pelebaran jalan yang menggunakan APBN senilai Rp436 miliar tersebut dilaksanakan sejak April 2014 dan telah selesai 100%.

"Jalan ini memiliki panjang 27,25 km yang menghubungkan Teluk Bayur sampai Flyover Duku tanpa perlu masuk kota Padang. Jadi pemudik yang hendak melakukan perjalanan ke Bengkulu bisa langsung melalui Padang Bypass, termasuk yang ingin mudik ke Pekanbaru, Riau dan ke Padang Sidempuan hingga Medan," ujar Kepala BPJN III Syaiful Anwar melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (18/6/2017).

Pembiayaan pelebaran jalan Padang Bypass ini menggunakan pinjaman luar negeri Pemerintah Korea Selatan. Pelebaran dilakukan dari seksi Gaung-Lubuk Begalung sepanjang 5 km dan seksi Lubuk Begalung-Duku sepanjang 22 km.

"Saat ini masih terdapat beberapa titik penyempitan jalan namun akan dilanjutkan pengerjaannya dengan menggunakan dana alokasi APBN senilai kurang lebih Rp33 miliar. Penyempitan jalan ada di 12 titik ruas jalan dengan total sepanjang 1,4 km lagi,” tuturnya.

Pekerjaan pelebaran juga termasuk melakukan penambahan jembatan baru sebanyak 9 unit dengan panjang total 628 meter. "Untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara, railing jembatan kami cat merah, termasuk adanya marka dan lampu penerangan yang sudah sesuai standar," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran...
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran yang Ramah Lingkungan dan Humanis
PUPR Perpanjang Masa...
PUPR Perpanjang Masa Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Venues PON
Dukung Pemulihan Ekonomi,...
Dukung Pemulihan Ekonomi, Menteri Basuki Target Jembatan Sei Rampung 2021
Pemulihan Jayapura dan...
Pemulihan Jayapura dan Wamena, PUPR Gandeng BUMN Karya dan Kontraktor Lokal
Menteri Basuki Perbaiki...
Menteri Basuki Perbaiki 2.000 Rumah Tidak Layak Huni di Bengkulu
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Menteri Basuki Optimalkan Infrastruktur Tampungan Air
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
13 menit yang lalu
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
39 menit yang lalu
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
45 menit yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
59 menit yang lalu
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved