Pemerintah Serius Kejar Pajak Facebook

Selasa, 20 Juni 2017 - 10:47 WIB
Pemerintah Serius Kejar...
Pemerintah Serius Kejar Pajak Facebook
A A A
JAKARTA - Pemerintah tidak berhenti terus mengejar pajak perusahaan asing yang kegiatan kerjanya dilakukan di Indonesia. Kabarnya, pemerintah akan mengejar pajak Facebook seperti halnya Google.

Staf Ahli Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu, Awan Nurmawan Nuh mengatakan, Facebook memang seharusnya membayar pajak jika ketentuannya, badan tersebut beroperasi di Indonesia.

"Intinya barang siapa subjek, kalau punya objek Indonsia, harus bayar pajak. Entah WP dalam negeri atau luar negeri termasuk perusahaan IT," kata dia di Jakarta, Senin (19/6/2017) malam.

Ditjen Pajak, lanjut Awan harus bisa membuktikan jika Facebook mempunya kehadiran secara fisik, dan aktif doing bussines di Indonesia.

"Jadi, terkait perusahaan-perusahaan itu kami tentunya terus melakukan penelitian pengawasan terhadap sumber-sumber penghasilan kami," tuturnya.

Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menegaskan prinsip yang sama soal aktivitas perusahaannya di Indonesia dan wajib menjadi subjek pajak Indonesia.

"Kalau operasi di sini ya mereka menjadi subjek pajak. Kalau dia di luar negeri, maka dia akan men-generate WP baru. Kalau nanti ada Kemenkominfo karena dia berusaha di Indonesia maka dia jadi subjek pajak jadi BUT," terang dia.
(izz)
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Percepat Pemulihan,...
Percepat Pemulihan, Pemerintah Perluas Penerima Insentif Pajak
Berita Terkini
AS Pasar Utama Ekspor...
AS Pasar Utama Ekspor Mebel Indonesia, Tarif Terbaru Trump Bisa Berdampak Buruk
1 jam yang lalu
Awasi Efek Lanjutan...
Awasi Efek Lanjutan Tarif AS, Baja Impor Bisa Membanjiri Pasar RI
1 jam yang lalu
Pemimpin ASEAN Bersatu...
Pemimpin ASEAN Bersatu Respons Tarif Impor Terbaru AS
2 jam yang lalu
Respons Tarif Trump...
Respons Tarif Trump Terbaru, Industri Galangan Kapal Butuh Kebijakan Impor Friendly
2 jam yang lalu
Pembayaran Retribusi...
Pembayaran Retribusi Jakarta Kini Bisa Lewat Aplikasi, QRIS dan Gerai Ritel
3 jam yang lalu
Indonesia Tak Akan Balas...
Indonesia Tak Akan Balas Tarif Impor Baru AS, Menko Airlangga Pilih Jalur Diplomasi
4 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Efisiensi,...
Indonesia Efisiensi, Singapura Bagi-bagi Dolar dan Diskon Pajak
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved