Pemerintah Ajukan Subsidi Energi dalam RAPBN-P 2017

Jum'at, 14 Juli 2017 - 06:04 WIB
Pemerintah Ajukan Subsidi...
Pemerintah Ajukan Subsidi Energi dalam RAPBN-P 2017
A A A
JAKARTA - Dalam rapat badan anggaran yang digelar di DPR, pemerintah mengajukan kenaikan subsidi energi di dalam RAPBN-P 2017 sebesar Rp24,2 triliun. Maka, total anggaran subsidi energi dalam RAPBN-P 2017 menjadi Rp101,5 triliun dari sebelumnya Rp77,3 triliun.

Dalam rapat tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, untuk ICP, ada perubahan asumsi, dimana dalam APBN 2017 proyeksi sekira USD50 per barel. Sementara sekarang harga di USD48 per barel.

"Dengan dasar perubahan tersebut, maka dampaknya pada subsidi BBM dan LPG, yang dalam APBN awal hanya dianggarkan di Rp32,3 triliun dengan asumsi ICP tidak ada perubahan," katanya di ruang rapat Badan Anggaran, Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Meski demikian, karena sepanjang tahun 2017 ini telah diputuskan tidak ada perubahan harga untuk BBM dan LPG, maka pemerintah menaikkan anggaran subsidi dari Rp32,3 triliun menjadi Rp51,1 triliun pada RAPBN-P.

"Kenaikan ini didasari dengan perubahan asumsi dari ICP USD50 menjadi USD48, maka postur sementara untuk subsidi BBM dan LPG akan ada koreksi sebanyak Rp900 miliar yaitu Rp50,2 triliun," ujarnya.

Anggaran tersebut, kata Sri Mulyani, terdiri dari BBM tahun ini hampir sama dengan APBN awal sekira Rp10,3 triliun dengan postur sementara di RAPBN-P menjadi Rp10,2 triliun. Untuk LPG dalam APBN awal Rp22 triliun, tapi karena tidak ada kenaikan harga LPG tahun ini, subsidi LPG meningkat Rp40,5 triliun dan di dalam postur koreksi Rp0,5 triliun atau menjadi Rp40 triliun di RAPBN-P 2017.

Artinya, subsidi LPG naik sebesar Rp18 triliun. Sementara subsidi listrik di dalam APBN awal dianggarkan Rp45 triliun. Tapi karena tidak ada penyesuaian tarif, kenaikan subsidi listrik diproyeksikan menjadi Rp52 triliun dengan ada perubahan asumsi dan 450 VA, maka postur sementara jadi Rp51 triliun. Dengan demikian, ada kenaikan Rp6 triliun dari APBN awal atau Rp1 triliun dari asumsi di RAPBN-P 2017.

"Maka, jumlah subsidi energi 2017 meningkat dari Rp77 triliun menjadi Rp101,2 triliun berdasarkan hasil postur sementara di Panja A," tutupnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
RAPBN 2023, Subsidi...
RAPBN 2023, Subsidi Energi Turun 33% Jadi Rp336,7 Triliun
Mantap, Subsidi BBM...
Mantap, Subsidi BBM dan Listrik Diperpanjang hingga 2021
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Asyik, Subsidi BBM dan...
Asyik, Subsidi BBM dan Listrik Diperpanjang Pemerintah Hingga 2021
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Kebijakan Penerapan Subsidi Energi
Subsidi dan Kompensasi...
Subsidi dan Kompensasi Energi Meroket Jadi Rp394,3 Triliun di 2025
Berita Terkini
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
14 menit yang lalu
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
53 menit yang lalu
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
1 jam yang lalu
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
1 jam yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
2 jam yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
2 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved