Neraca Perdagangan Surplus, Ekspor Makin Digenjot

Kamis, 20 Juli 2017 - 19:26 WIB
Neraca Perdagangan Surplus,...
Neraca Perdagangan Surplus, Ekspor Makin Digenjot
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mewaspadai penurunan ekspor yang menurutnya harus menjadi perhatian, meski neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2017 mengalami surplus sekitar USD1,63 miliar. Demi menjaga hal itu, itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menekankan bakal terus membuka pasar ke berbagai negara.

”Saya bertemu duta besar Sri Lanka dan kita akan segera menindaklanjuti kesepakatan antara kedua kepala negara untuk menyusun Preferential Trade Agreement (PTA). Dengan Turki juga kita lakukan hal yang sama, lalu dengan Afrika segera ditindak lanjuti, dan berbagai negara lainnya,” tuturnya lewat keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Mendag berharap melalui diversifikasi pasar ekspor nantinya akan mampu mengimbangi penurunan ekspor Indonesia hingga pada suatu saat diharapkan ekspor bisa meningkat kembali. ”Kita harus lebih baik dari waktu yang lalu,” kata Enggar kepada wartawan

Sementara Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus menilai upaya tersebut patut didukung dengan promosi produk, dukungan biaya logistik, dan transportasi yang memadai. “Ya itu salah satu upaya yang baik. Upaya pencarian pasar yang baru itu harus juga didukung sama promosi produk, mensupport biaya logistik dan transportasi untuk eksportir,” tukas Heri.

Tercatat total ekspor pada Juni 2017 mencapai sebesar USD11,64 miliar, sedangkan impor USD10,01 miliar. Badan Pusat Statistik (BPS) menerangkan surplus tersebut disebabkan oleh peningkatan perdagangan sektor nonmigas sebesar USD1,96 miliar.

Sepanjang Januari hingga Juni 2017, total ekspor naik sebesar USD 79,96 miliar. Dengan total impor naik sebesar USD72,33 miliar. Dengan demikian, sepanjang 2017, neraca perdaganagan Indonesia mengalami surplus sebesar USD7,63 miliar.

Pangsa ekspor nonmigas, selain 13 negara utama tujuan ekspor, mengalami penurunan jika dibanding periode Januari-Juni 2016, dari 31,36% menjadi 29,78%. Namun hal tersebut dapat menjadi potensi bagi Indonesia untuk mengembangkan ekspor di negara-negara yang menjadi pasar non-tradisional tersebut.

“Sudah ada berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan ekspor melalui perundingan dengan negara tujuan non-tradisional sekaligus ada pasar-pasar baru,” kata Kepala Badan Pusat Statistik, Suhariyanto.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag: Surplus Neraca...
Kemendag: Surplus Neraca Perdagangan 2021 Bisa Pecahkan Rekor
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Mendag Wajibkan Pelaku...
Mendag Wajibkan Pelaku Ekspor Impor Gunakan Kapal Nasional
Kemendag Beri Kemudahan...
Kemendag Beri Kemudahan Urus Izin Ekspor Impor 5 Hari Kerja
Dampak RCEP: Ekspor...
Dampak RCEP: Ekspor Meningkat, Impor Terjaga
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Kebakaran Makin Dahsyat...
Kebakaran Makin Dahsyat di Israel, 7 Pemukiman Dievakuasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved