Incar Untung Berlipat, Petani Ramai-ramai Produksi Garam

Senin, 24 Juli 2017 - 10:04 WIB
Incar Untung Berlipat,...
Incar Untung Berlipat, Petani Ramai-ramai Produksi Garam
A A A
KARAWANG - Sebanyak 200 petani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, beramai-ramai memproduksi garam. Lantaran tergiur dengan harga jual komoditas ini yang melambung tinggi hingga sepuluh kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Harga garam yang sebelumnya hanya Rp500/kg, kini meroket hingga menembus Rp5.000/kg. Tak heran apabila petani yang tahun lalu ogah-ogahan memproduksi garam, kini kebali bersemangat.

"Kami akui saat ini petani sedang kebanjiran rezeki karena harga garam yang tinggi. Kami berharap harga garam bisa stabil dan bertahan seperti sekarang," kata Ketua Forum Komunikasi Kelompok Usaha Garam Rakyat (FK Kugar) Kabupaten Karawang, Aep Suhardi.

(Baca Juga: Langka, Harga Garam Melonjak Naik Pasca Lebaran )

Menurut dia, kenaikan harga garam ini akibat langkanya garam di Karawang karena sejumlah petani tidak produksi selama musim kemarau basah rentang waktu 2016-2017. Petani mulai berproduksi meskipun kondisi cuaca tidak terlalu mendukung. "Pada musim normal petani bisa panen 80 ton hingga 100 ton garam per hektare. Tetapi kalau seperti ini paling hanya 20 ton," kata dia.

Meskipun hanya 20 ton per hektare, dengan diimbangi harga jual garam saat ini, petani menurutnya sangat kebanjiran rezeki. "Panen 20 ton saja per hektare, petani garam sudah bisa kantongi Rp80 juta," ujarnya.

Aep menyebutkan, saat ini jumlah petani garam di Karawang mencapai 200 orang dengan luas lahannya sekitar 250 hektare. Mereka tersebar di tiga wilayah, yakni Desa Cemara Jaya, Kecamatan Tempuran; Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan; dan Desa Pasirjaya Kecamatan Kulon. "Kalau kami sebagai petani berharap, harga garam ini masih dapat tinggi," ungkap dia.

Ia menambahkan kebutuhan garam di tingkat Kabupaten Karawang sendiri sangatlah tinggi. Terutama di sejumlah wilayah sentral ikan asin dan bandeng. "Seperti untuk kebutuhan ikan asin atau bandeng dibutuhkan garam hingga 1.000 ton," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Produksi Garam Sulsel...
Produksi Garam Sulsel Terus Turun Dalam 2 Tahun Terakhir
Produksi dan Kebutuhan...
Produksi dan Kebutuhan Jomplang, RI Bakal Kecanduan Impor Garam
Pakar UI: Garam Bermutu...
Pakar UI: Garam Bermutu Dihasilkan Dari Panen di Atas Meja Garam
APGRI Beberkan Penyebab...
APGRI Beberkan Penyebab Indonesia Selalu Impor Garam
Industri Pengguna Garam...
Industri Pengguna Garam Bisa Tenang, Ada Jaminan Pasokan dari Kemenperin
KPPU Endus Ada potensi...
KPPU Endus Ada potensi Rente di Impor Garam
Berita Terkini
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
39 menit yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
1 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
2 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
12 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
12 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
12 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved