Tetapkan Harga Eceran Beras, Mendag Minta Masukan Dunia Usaha

Jum'at, 28 Juli 2017 - 19:14 WIB
Tetapkan Harga Eceran...
Tetapkan Harga Eceran Beras, Mendag Minta Masukan Dunia Usaha
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan akan meminta masukan dunia usaha untuk menentukan harga eceran tertinggi (HET) beras. Awalnya, pemerintah ingin menetapkan HET beras Rp9.000 per kilogram (kg) untuk semua jenis beras. Namun rencana tersebut masih dikaji ulang.

Dia mengungkapkan, pada pekan depan akan segera memanggil pelaku usaha yang bergerak di sektor perberasan. Meskipun keputusan mengenai HET ada di pemerintah, namun dirinya akan tetap meminta masukan dari dunia usaha.

"Kita akan duduk bersama (tentukan HET beras dengan dunia usaha). Kita bentuk tim, mulai hari Senin kayak urusan gula sama minyak goreng. Keputusan ada di pemerintah tapi kita minta masukan. Jadi kita duduk dulu, selesai itu baru diputus," katanya di Gedung Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Baca: Pedagang Gelisah Saat Pasokan Beras Mulai Menurun

Nantinya, kata mantan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) ini, pihaknya akan membentuk tim yang terdiri dari asosiasi, koperasi, Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU), serta food station untuk mencari jalan keluar atas harga eceran beras ini. Sehingga, aturan yang ditetapkan nanti tidak akan menimbulkan polemik.

"Nanti kita atur, makanya kita duduk dan dibentuk tim. Pengusaha dari Perpadi, koperasi, food station, KPPU. Kita duduk dan kita susun serta Kementan pasti. Susun jenis berasnya seperti apa, tapi yang pasti dagang-dagang saja," imbuh dia.

Sementara mengenai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 47/M-DAG/PER/7/2017 yang mengatur mengenai HET beras sebesar Rp9.000 per kg, Enggar memastikan bahwa beleid tersebut belum diundangkan. Beleid tersebut masih berbentuk draft dan nantinya akan dievaluasi setelah mendapat masukan dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder).

"Belum diundangkan (Permendag 47). Baru draft, yang penting belum diundangkan. Nanti kita bicara bersama dengan tim. Jadi nanti akan disusun bersama dan mendapat masukan dari seluruh stakeholder untuk kita duduk dan kita susun aturannya," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Akui Harga Beras Naik,...
Akui Harga Beras Naik, Kemendag: Cuma Rp100 per Kg kok
Pemerintah Terbitkan...
Pemerintah Terbitkan Izin Impor Beras 3,6 juta Ton di 2024, Naik dari Tahun Sebelumnya
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
Harga Beras Premium...
Harga Beras Premium Masih Tinggi, Kemendag-Bulog Gencarkan Operasi Pasar
Pasok Gula, Kementerian...
Pasok Gula, Kementerian Perdagangan Gandeng Angels Products
Harga Gabah Petani Turun,...
Harga Gabah Petani Turun, Mendag Lutfi: Bukan karena Impor
Berita Terkini
IHSG Sempat Anjlok Parah...
IHSG Sempat Anjlok Parah ke Level Terendah, Pekan Ini Berpeluang Cetak Rebound Terbatas
40 menit yang lalu
Harga Minyak Dunia Longsor...
Harga Minyak Dunia Longsor di Bawah USD100, Selat Hormuz Bakal Segera Dibuka?
1 jam yang lalu
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Konsumsi Minyak Terbesar Dunia, di Mana Posisi Indonesia?
12 jam yang lalu
Perusahaan Hadapi Tantangan...
Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital
12 jam yang lalu
ASEAN-India Bazaar 2026...
ASEAN-India Bazaar 2026 Dorong Ekonomi Kreatif dan Peluang Bisnis Lintas Kawasan
13 jam yang lalu
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
13 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved