Jonan Sindir Perusahaan Listrik Swasta Kerap Pakai Koneksi Kekuasaan

Rabu, 02 Agustus 2017 - 17:30 WIB
Jonan Sindir Perusahaan...
Jonan Sindir Perusahaan Listrik Swasta Kerap Pakai Koneksi Kekuasaan
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyindir perusahaan listrik swasta (independent power producer/IPP) yang kerap menggunakan koneksi kekuasaan yang mereka miliki demi mendapatkan apa yang diinginkan. Misalnya, mengenai penentuan harga jual beli listrik dengan PT PLN (Persero).

Hal tersebut dikatakannya dalam acara penandatanganan perjanjian jual beli listrik (power purchasing agreement/PPA) Energi Baru Terbarukan yang dilakukan oleh PLN dengan 53 IPP.

"Masyarakat ada yang komentar juga ke saya, ini biasanya pengembang atau IPP itu menggunakan koneksi kekuasaan. Kedua, PLN selalui dipaksa untuk terima tarif sangat tinggi. Ini dua hal yang saya katakan bahwa kita musti buat fairness," katanya di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

(Baca Juga: PLN dan 53 IPP Teken Jual Beli Listrik EBT )

Jonan mengungkapkan, pemerintah sejatinya memahami bahwa investasi yang telah dikeluarkan IPP harus ada tingkat pengembalian yang wajar. Namun, IPP jangan juga meminta harga atau pengembalian yang melampaui kebiasaan (eksesif) sehingga membebani PLN.

"Yang harus dihindari sesuai arahan Presiden itu adalah tarif yang eksesif. Misalnya, kontrak jual beli listrik berlaku selama 20 tahun. Tapi tiga tahun uangnya minta kembali. Saya kira ini eksesif," imbuh dia.

(Baca Juga: Jonan Santai 11 Perusahaan Batal Beli Listrik dari PLN )

Menurutnya, kontrak jual beli listrik antara IPP dan PLN merupakan kontrak jangka panjang yang memperoleh jaminan dari negara. Selain itu, investasi yang dilakukan IPP pun bukan investasi yang tidak jelas siapa pembelinya. Jadi, dia meminta IPP untuk bersikap wajar dan tidak meminta pengembalian dalam waktu yang terlampau cepat.

"Kontrak 20 tahun juga dijamin negara. Sehingga investasinya juga tentunya bukan kayak buka warung soto. Jadi enggak tahu siapa yang beli. Saya kira kalau orang bangun hotel ini hanya market survei saja, dia nggak tahu hotel ini siapa yang akan nginap. Tapi pengguna listrik dalam bentuk EBT atau hidro karbon, itu tahu kalau kontrak dengan PLN begitu COD (commercial operation date) PLN harus bayar, tidak peduli PLN harus bayar berapa listriknya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
4 Kategori PLTU yang...
4 Kategori PLTU yang Boleh Jualan Emisi Karbon
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Tingkatkan Kemudahan...
Tingkatkan Kemudahan Berusaha, Kementerian ESDM Luncurkan Formulir Standar Spesifik UKL/UPL Kegiatan Usaha Migas
Kabar Gembira! Tarif...
Kabar Gembira! Tarif Listrik Tidak Naik hingga Juni 2021
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Kementerian ESDM Sebut...
Kementerian ESDM Sebut Tarif Listrik Berpotensi Turun, Ini Sebabnya
Berita Terkini
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
1 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
1 jam yang lalu
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
2 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
11 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
12 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
15 jam yang lalu
Infografis
MK Putuskan SD-SMP Negeri...
MK Putuskan SD-SMP Negeri dan Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved