Semarang Kreatif Galeri Wadah Promosi bagi UMKM Unggulan

Kamis, 03 Agustus 2017 - 02:16 WIB
Semarang Kreatif Galeri...
Semarang Kreatif Galeri Wadah Promosi bagi UMKM Unggulan
A A A
SEMARANG - Upaya untuk menghidupkan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, terus dilakukan oleh pemerintah Kota Semarang. Salah satunya adalah dengan membuka Semarang Kreatif Galeri di Kawasan Kota Lama.

Semarang Kreatif Galeri menjadi ruang pamer dan promosi untuk menampung produk unggulan dan berkualitas dari 28 UMKM Kota Semarang. Berbagai produk UMKM yang ditampilkan, diantaranya tas, sepatu, sandal, kalung, batik, dan kerajinan tangan. Galeri ini juga dilengkapi dengan kafe bagi pengunjung yang datang untuk bersantai dan menikmati romantisme Kota Lama.

Tak sebatas fisik saja, ruang pamer ini didesain pula dengan jaringan promosi online sistem e-commerce melalui website semarangcreativegallery.com. Dengan adanya sistem ini, semua produk UMKM dapat ikut terlibat dan dipromosikan secara world wide selama memiliki kualitas baik, harga terjangkau dan stok yang cukup.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pembangunan galeri UMKM ini berawal dari ide untuk memaksimalkan tempat pamer UMKM, sehingga menjadi ajang promosi berbagai kreasi keahlian produk Kota Semarang.

“Galeri ini terwujud atas dukungan dari PT Telkom yang memberikan pinjaman gedung gratis, BNI 46 untuk bantuan furniture serta jaringan e-commerce, Dekranasda yang menyediakan konten UMKM serta Batik Keris untuk penyediaan kafetaria,“ ungkap Hendi, saat peresmian Semarang Kreatif Galeri, di Kota Lama, Rabu (2/8/2017).

Hendi menambahkan, dalam upaya menghidupkan Kota Lama, Pemkot melalui APBD Kota Semarang juga melakukan perbaikan infrastruktur, baik jalan, trotoar serta penerangan untuk kawasan Kota Lama. Ke depan, kawasan Kota Lama akan terus dibenahi sehingga menjadi destinasi wisata heritage yang semakin mempesona. Hendi optimis banyak pihak yang mau, mampu, dan peduli berpartisipasi mengembangkan Kota Lama.


“Kota Lama memiliki kurang lebih 200 bangunan bersejarah dengan kepemilikan swasta sehingga tidak memungkinkan APBD untuk masuk pada bangunan-bangunan tersebut. Karenanya kami terus berupaya mempercantik infrastruktur kawasan serta mendorong para pemilik bangunan untuk merevitalisasi dan merestorasi,” terangnya.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menambahkan, saat ini Kota lama tengah penetapan warisan budaya dunia dari UNESCO pada tahun 2020 mendatang. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mewujudkan hal itu.

Ke depan, kawasan Kota Lama dirancang bebas dari asap kendaraan bermotor. Namun, saat ini pemerintah sedang melakukan kajian moda transportasi terbaik yang ramah lingkungan dan bebas polusi untuk kawasan tersebut.

Dijelaskannya, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan perhatian khusus pada pemerintah Kota Semarang dalam upayanya menjaga kelesatarian Kota Lama.

Perhatian tersebut ditunjukkan dengan akan mengucurkan dana bantuan untuk pembangunan drainase atau saluran air yang ada di Kota Lama yang selama ini sering mengalami masalah, dan sering mengakibatkan banjir karena banyak sumbatan.

"Drainase yang baik sangat penting untuk mendukung Kota Lama sebagai tempat wisata. Sehingga wisatawan yang berkunjung bisa lebih nyaman dan Kota Lama benar-benar terbebas dari genangan," Hevearita yang juga sebagai ketua Badan Pengelolaan Kawasan Kota Lama (BPK2L) ini.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
7 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
8 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
9 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
11 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
12 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
12 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved