South African Airways di Ambang Kebangkrutan

Jum'at, 04 Agustus 2017 - 15:27 WIB
South African Airways...
South African Airways di Ambang Kebangkrutan
A A A
JOHANNESBURG - South African Airways (SAA) yang merupakan perusahaan maskapai penerbangan internasional dan domestik terbesar di Afrika Selatan, telah kehabisan uang hingga membuat perusahaan tertatih-tatih menghindar dari kepailitan. Hal ini berdasarkan informasi yang diberikan langsung kepada parlemen negara.

Seperti dilansir BBC, Jumat (4/8/2017) diperkirakan kondisi tersebut bakal membuat pihak maskapai nasional dalam waktu dekat tidak mampu membayar gaji karyawan. Laporan kas perusahaan memperlihatkan ketimpangan yang diperkirakan bakal meningkat di bulan Oktober, namun bisa terselamatkan apabila ada bailout dari pemerintah sebesar 45 juta pounds.

Bahkan kemudian, situasi ini diyakini dapat lebih memburuk pada Desember, dengan ramalan kas keluar pada bulan tersebut mencapai 38 juta pounds. Pihak maskapai disebutkan telah banyak kehilangan uang dalam tujuh tahun terakhir. Bertindak sebagai Kepala Eksekutif Musa Zwane yang memimpin perusahaan dalam 18 bulan terakhir, telah mencoba menyusun rencana pemulihan sejak Januari.

Bulan lalu, aktivitas keuangan finansial perusahaan membayarkan sebesar 125 juta pounds untuk melunasi pinjaman dari Standard Chartered Bank, ketika pihak perbankan menolak melakukan perpanjangan. Menteri Keuangan Afrika Selatan Malusi Gigaba mengungkap rekapitulasi keuangan Maret 560 juta pounds diharapkan dapat memberikan jawaban pada bulan Oktober.

Wakil Juru Bicara Keuangan Democratic Alliance Alf Lees mengatakan bahwa pada dasarnya SAA bangkrut dan harus mengajukan likuidasi."Kami percaya bahwa Direksi telah melanggar Undang-undang perusahaan Afrika Selatan dengan terus melakukan perdagangan sembrono ketika mengetahui bahwa SAA tidak akan mampu memenuhi kewajibannya," ungkapnya.

Menurutnya tanpa jaminan dari pemegang saham (pemerintah Afrika Selatan) akan sulit keluar dari kesulitan keuangan. Pada tahun 2015, konsultan Ernst & Young mempresentasikan laporan kepada pemerintah bahwa 48 kontrak terbesar yang diberikan oleh SAA. Laporan itu menunjukkan bahwa 28 di antaranya atau 60% tidak semestinya dinegosiasikan, kontrak berdampak buruk bila dilanjutkan atau lemah dikelola.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pesawat Sewa Asing Mondar-mandir...
Pesawat Sewa Asing Mondar-mandir di Rute Domestik, Pengamat Ungkap Negara Rugi!
10 Maskapai Penerbangan...
10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu di Tahun 2024, Ada Wakil Indonesia?
Tren Aneh Muncul, Pesawat...
Tren Aneh Muncul, Pesawat Terbang dan Mendarat di Bandara yang Sama
Kemenhub Izinkan Maskapai...
Kemenhub Izinkan Maskapai Sesuaikan Tarif Penerbangan
Perusahaan Singapura...
Perusahaan Singapura Bikin Indonesia Airlines, Kemenhub: Belum Kantongi Izin Terbang
Siap-siap! Warga Negara...
Siap-siap! Warga Negara Asing Bebas Keluar Masuk RI Dua Minggu Lagi
Berita Terkini
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
9 menit yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
41 menit yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
1 jam yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
1 jam yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
2 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved