Kekurangan Bahan Baku, Industri Rokok Diramal Jeblok

Minggu, 06 Agustus 2017 - 15:11 WIB
Kekurangan Bahan Baku,...
Kekurangan Bahan Baku, Industri Rokok Diramal Jeblok
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Perserikatan Pabrik Rokok Indoensia (Gappri), Ismanu Siemiran mengatakan, berkurangnya bahan baku tembakau membuat produksi rokok nasional terus menurun signifikan dalam tigak tahun terakhir. Tahun ini diperkirakan menurun 3%.

Menurutnya, sejak tigak tahun terakhir, industri rokok terus menurun. Pada Tahun lalu terjadi penurunan 2% dan tahun ini diperkirakan penurunannya lebih besar.

"Ada banyak faktor penurunan produksi di industri rokok. Namun, yang paling kami rasakan adalah berkurangnya produksi tembakau nasional akibat buruknya cuaca," ujar dia.

Dia menambahkan, jika kondisi ini dibiarkan maka kelangsungan industri rokok nasional juga terganggu. Karena itu, Gappri berharap pemerintah juga berhati-hati dan melibatkan stakeholder dalam penentuan peraturan pembatasan impor dan peraturan cukai.

Padahal, lanjut Ismanu, selama ini sumbangsih industri rokok nasional ke pendapatan negara cukup besar. Untuk cukai dan pajak mencapai kisaran Rp200 triliun.

"Bagaimanapun kalau industri rokok terganggu, maka suplai pendapatan negara dari cukai maupun pajak juga berpengaruh," katanya.

Sekadar informasi, kebijakan cukai melalui Peraturan Menteri Keuangan No 147/PMK.010/2016 yaitu tarif tertinggi sebesar 13,46% untuk jenis hasil tembakau Sigaret Putih Mesin (SPM) dan terendah sebesar 0% untuk hasil tembakau Sigaret Kretek Tangan (SKT) golongan IIIB.

Pemerintah juga mengendalikan industri rokok melalui pembatasan perusahaan. Melalui Bea Cukai dalam 10 tahun terakhir telah mengurangi jumlah pabrik rokok dari 4.669 pabrik menjadi 754 pabrik di 2016.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Muncul Wacana Iklan...
Muncul Wacana Iklan Rokok Bakal Dihapus Bikin Was-was Industri Tembakau
Revisi Aturan Rokok...
Revisi Aturan Rokok Tidak Urgen: Apa Artinya Jika Industri Tembakau Dimatikan
Gelombang Penolakan...
Gelombang Penolakan Kenaikan Cukai Rokok di 2021 Makin Besar
Curhat Pekerja Rokok...
Curhat Pekerja Rokok Tembakau Tercekik Kenaikan Cukai di Tengah Pandemi
Produksi Tembakau Olahan...
Produksi Tembakau Olahan Diproyeksikan Merosot 16%
Jeritan Petani Tembakau...
Jeritan Petani Tembakau Saat Cukai Rokok Dikabarkan Naik 19%
Berita Terkini
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
16 menit yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
1 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
1 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
1 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
2 jam yang lalu
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
2 jam yang lalu
Infografis
PLN EPI-Pemprov DKI...
PLN EPI-Pemprov DKI Jakarta Olah Sampah Jadi Bahan Bakar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved