Dolar Turun 0,1%, Rupiah Menguat ke Rp13.313
Selasa, 08 Agustus 2017 - 17:28 WIB
Dolar Turun 0,1%, Rupiah Menguat ke Rp13.313
A
A
A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berhasil menguat dalam perdagangan Selasa (8/8/2017). Mata uang NKRI di indeks Bloomberg, ditutup menguat 8 poin atau 0,06% ke posisi Rp13.313 per USD, dibanding penutupan kemarin di Rp13.321 per USD.
Awal perdagangan, rupiah dibuka naik 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.319 per USD. Dan sepanjang Selasa ini, diperdagangkan di kisaran Rp13.298-Rp13.342 per USD.
Pencapaian serupa juga terpantau di data Yahoo Finance, dimana Selasa petang ini, rupiah berotot 6 poin atau 0,05% ke level Rp13.312 per USD, dibanding penutupan Senin di Rp13.318 per USD.
Pagi tadi, mata uang Garuda dibuka menguat 2 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.316 per USD. Selasa ini, rupiah bergerak di level Rp13.3298-Rp13.340 per USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada Selasa petang ini ditutup di Rp13.312 per USD, terapresiasi 8 poin dari pembukaan di Rp13.320 per USD.
Naiknya cadangan devisa Indonesia pada Juli serta rencana paket kebijakan ekonomi ke-16 yang bakal dirilis pekan ini, menjadi stimulus bagi rupiah. Tentu saja, faktor menyusutnya indeks dolar AS yang menjadi utama.
Mengurtip dari Reuters, Selasa (8/8), indeks USD yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang, tergelincir 0,1% menjadi 93,353, setelah sempat berada di 93,774. Pasalnya, investor sedang menunggu langkah-langkah pengetatan bank sentral AS Federal Reserve.
Hal ini setelah Presiden The Fed St. Louis, James Bullard dan Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari pesimistis dengan target inflasi. Meski pasar tenaga kerja AS membaik, kata mereka, namun inflasi tidak akan meningkat, sehingga The Fed kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga.
Atas hasil ini, euro naik 0,1% menjadi USD1,1806 EUR, mengabaikan menurunnya produksi industri Jerman pada bulan Juni.
Awal perdagangan, rupiah dibuka naik 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.319 per USD. Dan sepanjang Selasa ini, diperdagangkan di kisaran Rp13.298-Rp13.342 per USD.
Pencapaian serupa juga terpantau di data Yahoo Finance, dimana Selasa petang ini, rupiah berotot 6 poin atau 0,05% ke level Rp13.312 per USD, dibanding penutupan Senin di Rp13.318 per USD.
Pagi tadi, mata uang Garuda dibuka menguat 2 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.316 per USD. Selasa ini, rupiah bergerak di level Rp13.3298-Rp13.340 per USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada Selasa petang ini ditutup di Rp13.312 per USD, terapresiasi 8 poin dari pembukaan di Rp13.320 per USD.
Naiknya cadangan devisa Indonesia pada Juli serta rencana paket kebijakan ekonomi ke-16 yang bakal dirilis pekan ini, menjadi stimulus bagi rupiah. Tentu saja, faktor menyusutnya indeks dolar AS yang menjadi utama.
Mengurtip dari Reuters, Selasa (8/8), indeks USD yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang, tergelincir 0,1% menjadi 93,353, setelah sempat berada di 93,774. Pasalnya, investor sedang menunggu langkah-langkah pengetatan bank sentral AS Federal Reserve.
Hal ini setelah Presiden The Fed St. Louis, James Bullard dan Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari pesimistis dengan target inflasi. Meski pasar tenaga kerja AS membaik, kata mereka, namun inflasi tidak akan meningkat, sehingga The Fed kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga.
Atas hasil ini, euro naik 0,1% menjadi USD1,1806 EUR, mengabaikan menurunnya produksi industri Jerman pada bulan Juni.
(ven)