Indonesia Kekurangan 28.000 Penyuluh Pertanian

Selasa, 15 Agustus 2017 - 06:20 WIB
Indonesia Kekurangan...
Indonesia Kekurangan 28.000 Penyuluh Pertanian
A A A
JAKARTA - Indonesia kekurangan sekitar 28.000 penyuluh pertanian. Padahal, peran penyuluh pertanian sangat vital dalam rangka mendukung keberhasilan pembangunan pertanian.

"Kalau melihat dari desa potensi pertanian yang jumlahnya sekitar 72.000 desa, kita masih ada kekurangan 28.000 orang. Karena hingga saat ini, kita baru memiliki penyuluh sekitar 44.000 orang," ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Momon Rusmono di Jakarta, Senin (14/8/2017).

Menurut Momon, dari 44.000 penyuluh tersebut, sekitar 25.000 penyuluh yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). "Dulu pada 1998 penyuluh PNS kita 37.331 dan sekarang di 2017 tinggal 25.000," ujarnya.

Momon menyebutkan, di seluruh Indonesia terdapat 72.000 desa potensi pertanian yang harus memiliki penyuluh. Sesuai arahan UU 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani bahwa harus ada satu penyuluh untuk satu desa.

Untuk menambal kekurangan tenaga penyuluh, Kementan sudah melakukan rekrutmen selama tiga tahun melalui mekanisme tenaga harian lepas (THL).

"Pada tahun 2008, 2009, 2010 kita rekrut THL 19.000 orang yang kini 6.000 di antaranya sudah diangkat menjadi PNS," jelas Momon. Total keseluruhan penyuluh PNS dan THL Kementan hanya 44.000 orang.

Dari total penyuluh tersebut, yang benar-benar sebagai penyuluh pertanian hanya sekitar 32.000 orang. Karena sisanya merupakan penyuluh yang berada di struktural.

Untuk mengisi kekurangan tenaga penyuluh pertanian, saat ini Kementan menggalakkan program penyuluh swadaya di tiap desa. Sebagai penguatan penyuluhan dan kelembagaan petani melalui kelompok tani untuk membantu kinerja penyuluh.

"Jadi, setiap desa nanti ada penyuluh swadaya untuk membantu kerja penyuluh THL dan PNS," kata Momon.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Berita Terkini
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
12 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
16 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
3 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved