Keterbukaan Data Perpajakan Diragukan Kerek Penerimaan Negara

Jum'at, 25 Agustus 2017 - 19:21 WIB
Keterbukaan Data Perpajakan...
Keterbukaan Data Perpajakan Diragukan Kerek Penerimaan Negara
A A A
JAKARTA - Komitmen pemerintah Indonesia untuk melaksanakan pertukaran informasi secara otomatis (Automatic Exchange of Information/AEoI) terkait informasi perpajakan. Dimana negara-negara bakal saling menyampaikan data nasabah asing ke otoritas pajak di negara asalnya diragukan bakal mampu mengerek penerimaan negara RI tahun depan.

Pemerintah sendiri menargetkan penerimaan perpajakan yang berasal dari pajak dan bea cukai pada tahun 2018 sebesar Rp1.609,4 triliun atau tumbuh 9,3% dari target tahun ini sebesar Rp1.472,7 triliun. Ekonom Institute Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengaku ragu dengan kebijakan pemerintah melakukan pertukaran data informasi perpajakan melalui AEoI karena implementasi aturan tersebut baru efektif pada September 2018.

Terang dia pemerintah butuh waktu lama untuk membuktikan seseorang bersalah, sehingga tak akan berpengaruh besar terhadap kas negara. "Kemudian bicara AEoI, ketika sudah dapat dari Singapura, Macau, AS, kalau sudah dapat data mulai dari proses data dipegang Ditjen Pajak sampai diselidiki dan terbukti bersalah, berapa lama prosesnya? Apa 2018 bisa langsung masuk uang dari AEoI ke kas negara? Saya rasa tidak. Karena prosesnya panjang," katanya dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Dia menilai, target penerimaan perpajakan tersebut terlalu ambisius. Apalagi, tahun depan sudah tidak ada lagi program pengampunan pajak (tax amnesty) yang dibanggakan pemerintah karena mampu mengungkap kegiatan ekonomi bawah tanah (underground economy) yang ada selama ini.

Namun menurutnya, tax amnesty justru menyebabkan adanya kegiatan ekonomi baru yang sulit untuk dilacak. "Apa yang terjadi? Tagihan pajak makin besar, orang justru akan membeli sesuatu di bawah tangan, akan kontraproduktif terhadap penerimaan pajak itu. Tax amnesty justru ciptakan underground economy baru," tandasnya.

Untuk diketahui, penerimaan perpajakan pada tahun 2018 terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp 852,9 triliun, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp 535,3 triliun, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 17,4 triliun, Pajak lainnya sebesar Rp 9,7 triliun, Cukai sebesar Rp 155,4 triliun, Bea Masuk sebesar Rp 35,7 triliun, dan Bea Keluar sebesar Rp 3 triliun. Adapun rasio penerimaan pajak atau tax rasio pada tahun depan ditargetkan sebesar 11,5% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Mengacu pada data OECD per Mei 2017, sebanyak 100 negara telah berkomitmen mengikuti AEoI. Sebanyak 50 negara atau yurisdiksi mulai menerapkan AEoI pada tahun ini, sisanya berkomitmen melaksanakan mulai tahun depan, termasuk Indonesia.

Sebelumnya, sempat ada wacana untuk menerapkan keterbukaan data keuangan untuk nasabah asing dulu saja. Namun, Indonesia tidak bisa melakukan hal itu. Sebab, dengan begitu, Indonesia bisa dikategorikan sebagai negara suaka pajak (tax haven).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Target Penerimaan Pajak...
Target Penerimaan Pajak 2026 Tembus Rp2.692 Triliun, Ekonom: Bisa Jadi Pedang Bermata Dua
Penerimaan Pajak Seret...
Penerimaan Pajak Seret hingga Oktober, Realisasi Baru 70,2% dari Target 2025
DJP Targetkan Tarik...
DJP Targetkan Tarik Rp20 Triliun dari 200 Pengemplang Pajak hingga Akhir 2025
Kejar Penerimaan Pajak...
Kejar Penerimaan Pajak di 2026, Pemerintah Fokus Tertibkan Shadow Economy
IKPI Ingatkan Tax Amnesty...
IKPI Ingatkan Tax Amnesty untuk Perbaikan Manajemen Data Perpajakan
Pendapatan Negara Tumbuh...
Pendapatan Negara Tumbuh Positif di Tahun 2024
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
2 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved