Impor Garam Jalan Terakhir, Tata Cara Rekomendasi Dibahas

Senin, 28 Agustus 2017 - 17:19 WIB
Impor Garam Jalan Terakhir,...
Impor Garam Jalan Terakhir, Tata Cara Rekomendasi Dibahas
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan kebijakan impor khususnya untuk komoditas garam merupakan langkah terakhir yang bakal dilakukan pemerintah. Lebih lanjut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurman mengutarakan tengah membahas tentang ketentuan rekomendasi perlunya impor garam.

Makanya, dibuat peraturan yang intinya ada Peraturan Menteri (Permen) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sedangkan Kemendag menyesuaikan. "Nantinya, pemahamana rekomendasinya harus diatur dan harus ada rekomendasi dari KKP. Nah, selama ini tata cara menerbitkan rekomendasi itu yang belum ada," terangnya usai mengikuti rapat pembahasan masalah garam di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Senin (28/8/2017).

(Baca Juga: Swasembada Garam Dibutuhkan 40 Ribu Ha Lahan )

Ia menambahkan bila hingga saat ini pemerintah belum akan melakukan impor lagi, pasca realisasi impor garam 75 ribu ton. Diterangkan olehnya bahwa landasan kebijakan impor sebelumnya, karena memang permintaan garam tinggi ketika persediaan dalam negeri kurang sehingga membuat harga melonjak tinggi.

"Logikanya serap garam dalam negeri dulu, baru impor. Beda dengan yang sekarang karena lebih pada terjadinya anomali cuaca, produksi dalam negeri gak ada. Maka harus dipasok dari luar negeri," ungkap Oke Nurman.

Diakui, bahwa impor itu dilakukan dengan dasar melihat produksi garam dalam negeri. Kalau produksi garam sudah diserap, baru diterbitkan surat tekondasi untuk melakukan impor. Menurutnyaproduksi garam nasional sempat bagus dan surplus di tahun 2012 sampai 2015 dan bahkan sempat swasembada.

Terang dia bahkan ada sisa garam yang dipasok ke 2016, sehingga baru 2017 ini tak ada sisa lagi. "Impor jalan terakhir. Utamakan dulu kepentingan petani garam," tegasnya lagi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Produksi dan Kebutuhan...
Produksi dan Kebutuhan Jomplang, RI Bakal Kecanduan Impor Garam
APGRI Beberkan Penyebab...
APGRI Beberkan Penyebab Indonesia Selalu Impor Garam
KPPU Endus Ada potensi...
KPPU Endus Ada potensi Rente di Impor Garam
Nasib, Nasib! Impor...
Nasib, Nasib! Impor Bakal Bikin 1,8 Juta Ton Garam Lokal Tak Terserap
Gula-Gula Erick Thohir...
Gula-Gula Erick Thohir buat Kebutuhan Garam yang Masih 'Asin'
Lima Maklumat Petani...
Lima Maklumat Petani Garam NU atas Rencana Impor Garam
Berita Terkini
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
5 jam yang lalu
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
5 jam yang lalu
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
5 jam yang lalu
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
6 jam yang lalu
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
6 jam yang lalu
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved