Tiga Klasifikasi Beras Jadi Standar SNI

Kamis, 07 September 2017 - 16:53 WIB
Tiga Klasifikasi Beras...
Tiga Klasifikasi Beras Jadi Standar SNI
A A A
JAKARTA - Menghindari ruwetnya klasifikasi beras yang mencapai ratusan varian, perlu dilakukan penyederhanaan. Ada tiga klasifikasi beras yang bakal dijadikan standar SNI.

(Baca: HET Bukan Solusi untuk Mengatasi Masalah Beras Nasional )

Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Mulyadi Hendiawan menyatakan, agar tidak terjadi kebingungan, maka perlu disederhanakan beberapa varian beras. Varian beras tersebut dibagi menjadi tiga, yaitu beras premium, medium dan beras khusus.

"Inilah yang nantinya menjadi standar SNI. Tapi kita masuk dulu supaya ini ada kejelasan. Sekarang tinggal menunggu aturannya yaitu Permendag No 31/2017 yang bakal diundangkan," ujarnya di Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Menurutnya, konsep klasifikasi tersebut berdasar kualitas mutu beras, karena terlalu banyak varian di lapangan. Apalagi, kalangan pedagang Pasar Induk Cipinang, belum paham beras medium maupun premium, maka perlu kejelasan, simple dan tidak terlalu banyak varian.

(Baca: CSIS Sebut Masalah Beras Dalam Negeri Sangat Sensitif )

"Ini yang meletarbelakangi upaya untuk simplikasi beras. Mediumnya satu saja, premium satu saja dan di luar itu ada kelas khusus," tutur dia.

Beras medium derajat sosohnya 95% dengan kadar air 14% dan butir pecah 25%. Kemudian beras premium derjat sosohnya 95% dengan kadar air 14% dan butir pecah 15%. Selain itu, masuk beras khusus.

Pihaknya optimistis akan simpel, apalagi secara produksi beras nasional sudah aman. Data produksi sejak 2012, terjadi peningkatan cukup bagus.

Target awal dari 69 juta ton dan pada 2015 mencapai 75 juta ton, dan produksi 2017 akan mencapai 85 juta ton. "Kalau berangkat dari situ produksi beras nasional aman. Makanya sekarang tinggal menyosialisasikan format untuk klasifikasinya," jelas Mulyadi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Beras Meroket,...
Harga Beras Meroket, Berpotensi Munculkan Kaum Miskin Baru
Jual Beras Bulog di...
Jual Beras Bulog di Atas Rp9.400 per Kg Bakal Dipidana
Harga dan Jenis Beras...
Harga dan Jenis Beras di Pasaran, dari yang Pulen hingga Pera
Waspada, Harga Beras...
Waspada, Harga Beras Diprediksi Nanjak Terus hingga Akhir Tahun
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Berita Terkini
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
26 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
31 menit yang lalu
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
57 menit yang lalu
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
1 jam yang lalu
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
2 jam yang lalu
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved