Luhut Ultimatum Freeport Lepas 51% Saham Paling Lambat 2019

Rabu, 13 September 2017 - 18:26 WIB
Luhut Ultimatum Freeport...
Luhut Ultimatum Freeport Lepas 51% Saham Paling Lambat 2019
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa PT Freeport Indonesia harus menyelesaikan proses pelepasan saham (divestasi) pada 2019. Perusahaan raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) itu sendiri telah sepakat melepas sahamnya kepada pemerintah sebesar 51%.

Kesepakatan ini diperoleh setelah melalui proses perundingan yang panjang dan alot dengan pemerintah. "Soal saham, saya koreksi bahwa kita harus selesaikan sampai 2019. Jadi waktu kita mulai, sudah sign kerja sama," katanya dalam acara Afternoon Tea di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

(Baca: Cerita Alotnya Proses Negosiasi Pemerintah dengan Freeport )

Dalam jangka waktu tersebut, lanjut mantan Menko Polhukam ini, perusahaan tambang Negeri Paman Sam -julukan AS- tersebut harus menyelesaikan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian konsentrat (smelter). Diketahui Freeport saat ini berencana membangun smelter di Gresik, Jawa Timur.

"Landasan hukumnya yang digunakan IUPK, tidak lagi menggunakan KK. Tapi ditandatangan kalau semua sudah selesai. Dalam jangka waktu tersebut, maka Freeport harus sudah selesai membangun smelternya," imbuh dia.

Jenderal bintang empat ini menambahkan, saat ini pemerintah juga masih mengkaji mengenai skema pembelian saham divestasi Freeport. Termasuk mengenai besaran saham untuk pemerintah daerah. Namun yang perlu digarisbawahi, valuasi saham tidak memasukkan mengenai cadangan yang ada di tambang Grasberg.

"Divestasi 51% sekarang lagi dibicarakan antara pemerintah pusat dan pemda, berapa persen pemda mungkin 5%-10%. Valuation kita serahkan ke market, independen yang menilai kedua belah pihak. Jadi ada kajian dan formulanya, tapi tidak ikut dengan cadanganannya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Pemerintah Akan...
Luhut: Pemerintah Akan Hentikan Model Investasi Seperti Freeport
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Luhut Paparkan Kondisi...
Luhut Paparkan Kondisi Ekonomi dan Iklim Investasi RI di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
3 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved