Saran Bank Dunia agar Ekonomi RI 2018 Tumbuh 5,2%
Rabu, 04 Oktober 2017 - 15:22 WIB
Saran Bank Dunia agar Ekonomi RI 2018 Tumbuh 5,2%
A
A
A
JAKARTA - Kepala Ekonom Bidang Makro dan Manajemen Fiskal Bank Dunia Frederico Gil Sander menyarankan pemerintah Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan kredit jika ingin ekonomi Tanah Air tahun depan tumbuh 5,2% atau lebih.
(Baca: PDB Indonesia 2018 Diprediksi Naik Jadi 5,3% )
Menurutnya, target pemerintah tersebut memang tidak berbeda jauh dengan proyeksi Bank Dunia. "Prediksi Bank Dunia pertumbuhan Indonesia 2018 itu 5,1%. Jadi prediksi kami sangat dekat dengan target pemerintah Indonesia. Jadi kedua prediksi ini termasuk masih realistis," kata di Jakarta, Rabu (4/10/2017).
Dia menambahkan, pemerintah perlu melakukan percepatan beberapa sektor untuk mendapatkan pertumbuham lebih tinggi lagi dari target nasional. "Juga harus memperkuat kepercayaan konsumen. Sehingga konsumen sangat-sangat percaya dengam kondisi ekonomi nasional," imbuhnya.
Dengan mempercepat pertumbuhan kredit dan memperkuat kepercayaan konsumen, keduanya akan mengarah terciptanya lapangan perkerjaan. Sebab, bila lapangan pekerjaan tercipta, maka bisa melakukan dukungan riil untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
(Baca: PDB Indonesia 2018 Diprediksi Naik Jadi 5,3% )
Menurutnya, target pemerintah tersebut memang tidak berbeda jauh dengan proyeksi Bank Dunia. "Prediksi Bank Dunia pertumbuhan Indonesia 2018 itu 5,1%. Jadi prediksi kami sangat dekat dengan target pemerintah Indonesia. Jadi kedua prediksi ini termasuk masih realistis," kata di Jakarta, Rabu (4/10/2017).
Dia menambahkan, pemerintah perlu melakukan percepatan beberapa sektor untuk mendapatkan pertumbuham lebih tinggi lagi dari target nasional. "Juga harus memperkuat kepercayaan konsumen. Sehingga konsumen sangat-sangat percaya dengam kondisi ekonomi nasional," imbuhnya.
Dengan mempercepat pertumbuhan kredit dan memperkuat kepercayaan konsumen, keduanya akan mengarah terciptanya lapangan perkerjaan. Sebab, bila lapangan pekerjaan tercipta, maka bisa melakukan dukungan riil untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
(izz)
Lihat Juga :