Pemerintah Ingin Menata Kebijakan Pengelolaan Impor

Jum'at, 13 Oktober 2017 - 23:08 WIB
Pemerintah Ingin Menata...
Pemerintah Ingin Menata Kebijakan Pengelolaan Impor
A A A
JAKARTA - Pemerintah meminta kepada Badan Pengurus Pusat (BPP) Gabungan lmportir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) agar mensosilisasikan program untuk tidak tergantung kepada impor. Permintaan itu disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan dalam pelantikan BPP GINSI di Sari Pan Pacifik Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Oke mengakui, bila keberadaan GINSI sangat baik untuk kerja sama dengan pemerintah. Sebab, GINSI bisa mengkomunikasikan program dan kebijakan pemerintah. Bahkan, dapat langsung mengimplementasikan kebijakan kepada semua pihak. "GINSI sebagai mitra untuk menata kebijakan pemerintah dalam pengelolaan impor. Menjembatani pengusaha dan pemerintah," ungkapnya.

Menurutnya hal tersebut dalam upaya memaksimalkan industri nasional. Selain itu, lanjut Oke, kehadiran GINSI dapat membantu menyusun, menyampaikan dan sosialiasi atas kebijakan pemerintah. Namun, masih kata Oke, program pemerintah adalah mengurangi atas ketergantungan impor demi melindungi industri dalam negeri.

"Sebagai negara yang bergerak dalam perdagangan internasional, memang tidak serta merta melarang impor. Hanya impor harus dikelola. Makanya, secepatnya ada pembinaan tata niaga impor," pungkasnya.

Sebelumnya Anthon Sihombing yang dikukuhkan sebagai ketua umum BPP GINSI periode 2017-2022 mengatakan bakal menjadikan wadah bagi pengusaha importir ini solid dan menjadi pendorong perekonomian dalam negeri. "Kami siap dalam membangun perekonomian negara. Khususnya terkait persoalan importir," tegas Anthon.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
GINSI Apresiasi Inpres...
GINSI Apresiasi Inpres Pembenahan Logistik dan Pengetatan Impor
GINSI Dukung Sikap Kemenperin...
GINSI Dukung Sikap Kemenperin Soal Importasi Baja
Banjir Impor Kosmetik...
Banjir Impor Kosmetik Ilegal, GINSI: Bikin Hancur Industri Lokal!
Ginsi Dorong Sosialisasi...
Ginsi Dorong Sosialisasi Perubahan Aturan Impor Baja
Produksi Baja Nasional...
Produksi Baja Nasional Belum Mampu Imbangi Kebutuhan Industri Pengguna
Tak Ada Faedah, GINSI...
Tak Ada Faedah, GINSI Tolak Biaya Survei Peti Kemas di Depo Empty
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
43 menit yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
1 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
1 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
1 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
2 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
2 jam yang lalu
Infografis
Trump Ingin Jadi Paus...
Trump Ingin Jadi Paus Berikutnya, Pimpin Gereja Katolik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved