Tujuh Proyek Pembangkit di Kawasan Timur Diresmikan, di Mana Saja?

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 12:45 WIB
Tujuh Proyek Pembangkit...
Tujuh Proyek Pembangkit di Kawasan Timur Diresmikan, di Mana Saja?
A A A
MATARAM - Tujuh proyek pembangkit di Provinsi NTB dan NTT diresmikan sebagai upaya pemerataan akses listrik ke seluruh Indonesia. Ketujuh pembangkit berkapasitas total 400 MW dengan nilai investasi Rp6 triliun tersebut akan meningkatkan rasio elektrifikasi di NTB dan NTT.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, ketujuh pembangkit tersebut terdiri atas enam proyek berkapasitas 350 MW senilai Rp4,8 triliun dengan status memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking dan satu proyek berkapasitas 50 MW senilai Rp1,2 triliun yang mulai dioperasikan.

Keenam proyek yang memasuki groundbreaking adalah PLTGU Lombok Peaker berkapasitas 150 MW dengan investasi Rp1,6 triliun. Proyek di Desa Tanjung Karang, Kota Mataram, NTB, itu akan menyerap 365 tenaga kerja pada fase konstruksi dan 25 orang saat operasi serta diharapkan beroperasi komersial (commercial on date/ COD) pada Februari 2019.

Proyek selanjutnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bima 50 MW senilai Rp637 miliar di Dusun Bonto, Kota Bima, NTB, dengan estimasi penyerapan 300 tenaga kerja. PLTMG Bima direncanakan COD pada Oktober 2018.

Ketiga, PLTMG Sumbawa 50 MW senilai Rp744 miliar di Desa Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa, NTB. Proyek ini menyerap 285 tenaga kerja dengan target selesai Oktober 2018.

Keempat, PLTMG Kupang Peaker 40 MW senilai Rp700 miliar dengan target selesai November 2018. Pembangkit di Dusun Panaf, Kabupaten Kupang, NTT, ini menyerap 300 tenaga kerja.

Kemudian, Mobile Power Plant(MPP) Flores 20 MW senilai Rp427 miliar di Dusun Rangko, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Proyek akan menyerap 210 tenaga kerjamasa konstruksi dan 25 orang fase operasi.

Keenam, PLTMG Maumere 40 MW dengan nilai investasi Rp694 miliar. Proyek berlokasi di Desa Hoder, Kabupaten Sikka-Flores, NTT, ini akan menyerap 285 tenaga kerja.

Selain itu, satu proyek yang mulai dioperasikan adalah PLTU Lombok Timur 2x25 MW di Desa Padakguar, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Proyek senilai Rp1,2 triliun ini telah menyerap 1.200 tenaga kerja saat konstruksi dan 470 saat operasi dengan persentase 95% dari Lombok yang 85% di antaranya warga Padakguar.

Menteri ESDM mengatakan, pemerintah terus berupaya agar infrastruktur kelistrikan segera terbangun untuk memperluas akses listrik kepada masyarakat dengan harga terjangkau melalui program 35.000 MW beserta infrastruktur pendukungnya.

"Pemerintah berkomitmen meningkatkan rasio elektrifikasi yang saat ini telah lebih dari 93%, tahun 2019 minimal 96%. Kalau bekerja keras, bisa 99% pada 2019. Naiknya hampir 3% per tahun, ini luar biasa sekali," ujarnya.

Jonan menjelaskan, apabila seluruh proyek kelistrikan di NTB dan NTT beroperasi pada 2019, itu bisa memenuhi seluruh kebutuhan listrik di kedua provinsi tersebut. "Dengan beroperasinya proyek, kebutuhan listrik di NTB dan NTT tidak akan kurang. Total kapasitas 350 MW akan bisa melayani 350.000-400.000 pelanggan rumah tangga 900 va," tambahnya.

Menteri Jonan juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pemda NTB-NTT sehingga proyek ditargetkan selesai pada 2018, kecuali PLTU Lombok Peaker pada 2019. "Saya juga sangat berterima kasih atas dukungan Bapak Gubernur NTB dan NTT, karena dukungan ini sangat penting untuk pengembangan listrik. PLTGU Lombok Peaker akan memakan waktu sampai 2019, lainnya selesai 2018," katanya.

Untuk pengelolaan kelistrikan, Menteri Jonan berpesan kepada direksi PLN memberikan contoh efisiensi investasi dan biaya operasi, sehingga IPP bisa mengendalikan tarif listriknya dan tarif listrik tidak naik, tapi turun. "Saya mohon kepada PLN untuk memberikan contoh efisiensi terhadap investasi per MW dan biaya operasi, sehingga IPP bisa mengikuti, kalau bisa tarif listrik tidak naik, tapi turun," harapnya.

Sekretaris Daerah NTB Rosihadu Sayuti menyampaikan terima kasihnya atas prioritas pemerintah menerangi wilayah timur Indonesia. "Mudah-mudahan apabila infrastruktur ketenagalistrikan ini sudah mantap, maka industri, olahan, hilirisasi, UMKM di NTB ini tumbuh berkembang dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Dirut PLN Sofyan Basir menyatakan komitmen PLN mendukung pemerintah mewujudkan program 35.000 MW. Dia melaporkan saat ini kondisi kelistrikan nasional sudah cukup dan tidak ada pemadaman listrik seperti di Lombok, cadangannya 299 MW dengan beban puncak 227 MW. "Beberapa daerah sudah memiliki cadangan listrik rata-rata 30%, di Lombok cadangannya 72 MW,” katanya.
(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengenal Ignasius Jonan,...
Mengenal Ignasius Jonan, Sosok Pembawa Perubahan KAI
Ignasius Jonan Resmi...
Ignasius Jonan Resmi Duduki Kursi Komisaris Unilever
Inggris Sulap Tiang...
Inggris Sulap Tiang Penerangan Jadi Charger Mobil Listrik, Pesan Menohok Jonan: Efisien dan Logis
Ignasius Jonan Mundur...
Ignasius Jonan Mundur dari Posisi Komisaris Independen Sido Muncul
Mantan Menteri Jokowi...
Mantan Menteri Jokowi Jabat Presiden Komisaris Perusahaan Pialang Asuransi Asing
Rambah Dunia TI, Ignasius...
Rambah Dunia TI, Ignasius Jonan Jadi Komut Anabatic Technologies
Berita Terkini
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
14 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
32 menit yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
58 menit yang lalu
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
1 jam yang lalu
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
1 jam yang lalu
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
1 jam yang lalu
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved