Wall Street Merosot Terbebani Saham Teknologi dan Industri
Selasa, 24 Oktober 2017 - 08:29 WIB
Wall Street Merosot Terbebani Saham Teknologi dan Industri
A
A
A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat, Senin (23/10) berakhir menurun, lantaran terbebani oleh penurunan saham teknologi dan saham industri. General Electric (GE. N) mengalami penurunan terbesar mencapai 6,3% untuk menjadi persentase kejatuhan terbesar dalam lebih dari enam tahun.
Seperti dilansir Reuters, pekan lalu Dow Jone dan S & P berhasil mencetak catatan tertinggi dalam liha hari, setelah adanya penguatan pendapatan pada kuartal ketiga. Ditambahkan harapan kebijakan Presiden Donald Trump soal pajak, semakin tinggi ketika mendapatkan persetujuan dari senat.
Selain itu investor juga menanti siapa yang akan menjabat Kepala Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat. Presiden Trump di awal pekan mengutarakan keputusan bakal diambil dalam waktu dekat untuk mengumumkan siapa Gubernur The Fed.
Sebanyak 97 perusahaan dalam indeks S & P 500 telah melaporkan pendapatan sejauh ini, untuk berada di atas harapan 73,2% menurut data Thomson Reuters. Pada awal pekan bursa saham AS terlihat terbebani penurunan sektor industrial.
Dow Jones Industrial Average (DJI) tercatat jatuh 54,25 poin atau 0,23% ke level 23.274,38 dan indeks S & P 500 kehilangan 10,19 poin atau setara dengan 0,40% menjadi 2.565,02. Sedangkan komposit Nasdaq mengalami penurunan sebesar 42,23poin atau 0,64% ke posisi 6.586,83.
Industrial menjadi salah satu kejatuhan terbesar yang menyeret S & P dari 11 sektor utama. Saham senergi juga menyusut saat Schlumberger (SLB.N), Baker Hughes (BHGE.N) dan Halliburton (HAL.N) mencetak kerugian.
Saham lain yang melemah adalah produsen mainan Hasbro yang terjun bebas 8,6% begitu juga dengan Mattel (MAT. O) turun 3,2%. Sekitar 5,84 miliar saham diperdagangkan kemarin atau sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata harian 5,83 miliar dalam 20 sesi terakhir.
Seperti dilansir Reuters, pekan lalu Dow Jone dan S & P berhasil mencetak catatan tertinggi dalam liha hari, setelah adanya penguatan pendapatan pada kuartal ketiga. Ditambahkan harapan kebijakan Presiden Donald Trump soal pajak, semakin tinggi ketika mendapatkan persetujuan dari senat.
Selain itu investor juga menanti siapa yang akan menjabat Kepala Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat. Presiden Trump di awal pekan mengutarakan keputusan bakal diambil dalam waktu dekat untuk mengumumkan siapa Gubernur The Fed.
Sebanyak 97 perusahaan dalam indeks S & P 500 telah melaporkan pendapatan sejauh ini, untuk berada di atas harapan 73,2% menurut data Thomson Reuters. Pada awal pekan bursa saham AS terlihat terbebani penurunan sektor industrial.
Dow Jones Industrial Average (DJI) tercatat jatuh 54,25 poin atau 0,23% ke level 23.274,38 dan indeks S & P 500 kehilangan 10,19 poin atau setara dengan 0,40% menjadi 2.565,02. Sedangkan komposit Nasdaq mengalami penurunan sebesar 42,23poin atau 0,64% ke posisi 6.586,83.
Industrial menjadi salah satu kejatuhan terbesar yang menyeret S & P dari 11 sektor utama. Saham senergi juga menyusut saat Schlumberger (SLB.N), Baker Hughes (BHGE.N) dan Halliburton (HAL.N) mencetak kerugian.
Saham lain yang melemah adalah produsen mainan Hasbro yang terjun bebas 8,6% begitu juga dengan Mattel (MAT. O) turun 3,2%. Sekitar 5,84 miliar saham diperdagangkan kemarin atau sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata harian 5,83 miliar dalam 20 sesi terakhir.
(akr)
Lihat Juga :