Indeks USD Tergelincir 0,15%, Rupiah Menguat ke Rp13.560
Kamis, 02 November 2017 - 10:49 WIB
Indeks USD Tergelincir 0,15%, Rupiah Menguat ke Rp13.560
A
A
A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan Kamis (2/11/2017) menguat di pasar spot. Indeks Bloomberg mencatat rupiah menguat 8 poin atau 0,06% menjadi Rp13.572 per USD, dibanding penutupan Rabu di Rp13.580 per USD.
Data Yahoo Finance, mata uang NKRI terpantau perkasa 13 poin atau 0,10% menjadi Rp13.560 per USD, dimana pada Rabu kemarin ditutup di level Rp13.573 per USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada Kamis ini berada di level Rp13.558 per USD, terapresiasi 17 poin dari penutupan Rabu kemarin di Rp13.595 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Kamis (2/11/2017) dipatok di Rp13.562 per USD, bullish 30 poin dari Rabu di Rp13.592 per USD.
Rupiah berhasil rebound setelah indeks USD tergelincir di pasar Asia. Melansir dari Reuters, kendati laporan ketenagakerjaan swasta Amerika Serikat kuat pada Kamis, namun gagal memberi energi bagi USD untuk melanjutkan penguatan.
Laju USD dibatasi berkaitan dengan upaya The Fed menormalkan kebijakan moneter, yang salah satunya tetap mempertahankan suku bunga dan penundaan pengumuman RUU Pemotongan Pajak.
"Pernyataan The Fed dampaknya membuat laju dolar terbatas. Meski keputusan dan pernyataan tersebut sedikit mengejutkan," ujar ahli strategi senior di Barclays Tokyo, Shin Katoda.
Alhasil, indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama tergelincir 0,15% menjadi 94,685 setelah menguat 0,3% pada hari sbeelumnya. Euro diperdagangkan lebih tinggi 0,1% menjadi USD1,1631 EUR dan sterling Inggris naik 0,1% menjadi USD1,3265 GBP menjelang keputusan Bank of England untuk menaikkan suku bunga.
Dolar AS pun jatuh 0,15% terhadap yen Jepang menjadi 114,030 yen. Dolar Selandia Baru memperpanjang reli terhadap USD, setelah data pengangguran di Negeri Kiwi menunjukkan level terendah sembilan tahun. Dolar Selandia Baru naik 0,3% menjadi NZD0,6903 terhadap USD.
Data Yahoo Finance, mata uang NKRI terpantau perkasa 13 poin atau 0,10% menjadi Rp13.560 per USD, dimana pada Rabu kemarin ditutup di level Rp13.573 per USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah pada Kamis ini berada di level Rp13.558 per USD, terapresiasi 17 poin dari penutupan Rabu kemarin di Rp13.595 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Kamis (2/11/2017) dipatok di Rp13.562 per USD, bullish 30 poin dari Rabu di Rp13.592 per USD.
Rupiah berhasil rebound setelah indeks USD tergelincir di pasar Asia. Melansir dari Reuters, kendati laporan ketenagakerjaan swasta Amerika Serikat kuat pada Kamis, namun gagal memberi energi bagi USD untuk melanjutkan penguatan.
Laju USD dibatasi berkaitan dengan upaya The Fed menormalkan kebijakan moneter, yang salah satunya tetap mempertahankan suku bunga dan penundaan pengumuman RUU Pemotongan Pajak.
"Pernyataan The Fed dampaknya membuat laju dolar terbatas. Meski keputusan dan pernyataan tersebut sedikit mengejutkan," ujar ahli strategi senior di Barclays Tokyo, Shin Katoda.
Alhasil, indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama tergelincir 0,15% menjadi 94,685 setelah menguat 0,3% pada hari sbeelumnya. Euro diperdagangkan lebih tinggi 0,1% menjadi USD1,1631 EUR dan sterling Inggris naik 0,1% menjadi USD1,3265 GBP menjelang keputusan Bank of England untuk menaikkan suku bunga.
Dolar AS pun jatuh 0,15% terhadap yen Jepang menjadi 114,030 yen. Dolar Selandia Baru memperpanjang reli terhadap USD, setelah data pengangguran di Negeri Kiwi menunjukkan level terendah sembilan tahun. Dolar Selandia Baru naik 0,3% menjadi NZD0,6903 terhadap USD.
(ven)