Evolusi Bantuan Sosial dalam Bentuk Nontunai

Rabu, 15 November 2017 - 12:54 WIB
Evolusi Bantuan Sosial...
Evolusi Bantuan Sosial dalam Bentuk Nontunai
A A A
JAKARTA - Head of Mandiri Institute Moekti P Soejachmoen mengatakan, penggunaan uang elektronik (e-money) atau nontunai tidak hanya digunakan untuk belanja atau bayar tol, melainkan juga bisa dalam bentuk penyaluran bantuan sosial (bansos).

(Baca: OJK Dorong Era Jasa Keuangan Digital )

Dia menjelaskan, uang elektronik yang diperuntukkan bagi kegiatan baksos ini merupakan suatu perubahan di era digitalisasi jasa keuangan.

"Integrasi uang elektronik terkait bansos, bansos apa saja yang udah diberikan pemerintah, evolusi dalam bentuk non tunai," ujarnya dalam acara Indofintech yang diselenggarakan KORAN SINDO dan SINDOnews bekerja sama dengan Royal Media dan PWI bertema 'Memantapkan Fintech Ditahun Penuh Tantangan" di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Menurutnya, dana bansos lewat uang elektronik yang disalurkan ke sekitar 40% penduduk Indonesia bertujuan untuk mengelola tingkat kesejahteraan di masyarakat.

"Bansos diberikan ke 40% penduduk termiskin karena untuk menjaga tingkat kesejahteraan karena rentan terhadap gejolak ekonomi, panen gagal, subsidi BBM dicabut," katanya.

Moekti menambahkan, salah satu program bansos yang menggunakan uang elektronik yakni keluarga harapan yang memiliki tiga komponen bantuan.

"Program keluarga harapan sebagai kondisional cash transfer dengan beberapa kondisi sebelum dapat bantuan pemerintah. Ada tiga komponen, kesejahteraan sosial, kesehatan dan pendidikan," tuturnya.

Program Keluarga Harapan (PKH) yaitu program perlindungan sosial melalui pemberian uang nontunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang memiliki ibu hamil/nifas/menyusui, dan/atau memiliki anak balita atau anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan SD, dan/atau memiliki anak usia SD dan/atau SMP dan/atau anak usia 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar.

Peserta PKH akan menerima bantuan apabila menyekolahkan anaknya dengan tingkat kehadiran tertentu, memeriksakan kesehatan dan/atau memperhatikan kecukupan gizi dan pola hidup sehat anak dan ibu hamil.

Baca Juga:
OJK Tak Kenal Lelah Kawal Transformasi Digital Industri Keuangan

Nasabah Jasa Keuangan Sudah Terbiasa dengan Layanan Digital
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mengupas Tantangan Industri...
Mengupas Tantangan Industri Keuangan Non Bank, OJK: Transformasi On Track
OJK Siap Perpanjang...
OJK Siap Perpanjang Kebijakan Stimulus untuk Industri Keuangan Non-Bank
Menyadari Kelemahan,...
Menyadari Kelemahan, OJK Akui Butuh Bantuan Fintech Lending
Gerakan Nasional Bangga...
Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Optimalkan Penggunaan...
Optimalkan Penggunaan Fintech, Ini Strategi Jitu yang Dilakukan OJK
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
39 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved