Sri Mulyani Tanggapi Pengacara Setnov yang Pamer Kemewahan

Senin, 27 November 2017 - 19:31 WIB
Sri Mulyani Tanggapi...
Sri Mulyani Tanggapi Pengacara Setnov yang Pamer Kemewahan
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menanggapi pernyataan Pengacara Setya Novanto, Frederich Yunadi yang memamerkan kemewahannya dalam sebuah wawancara dengan presenter Najwa Shihab.

(Baca: Pamer Kemewahan, Pengacara Setnov Akan Diperiksa Dirjen Pajak )

Menurutnya, perilaku pengacara kondang tersebut meringankan tugas Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan, untuk menelusuri data-data orang kaya yang ada di Indonesia.

Dia mengatakan, apa yang dilakukan pengacara tersebut merupakan voluntary disclouse atau dengan sukarela menyatakan diri terkait harta dan kekayaan yang dimilikinya. Informasi ini sangat bermanfaat untuk otoritas pajak khususnya untuk menggali penerimaan pajak.

"Jadi, kalau ada orang bilang saya kaya, punya mobil ini itu sangat bagus. Dia sebetulnya melakukan tadi voluntary disclouse," katanya di Gedung Ditjen Pajak Kemenkeu, Jakarta, Senin (27/11/2017).

Pada dasarnya, dalam UU Pajak disebutkan bahwa masyarakat seharusnya menyatakan sendiri (self assessment) harta yang dimilikinya. Pihaknya pun akan menghormati dan menjaga kerahasiaan data dari wajib pajak tersebut.

"Jadi, kalau Anda punya uang harusnya Anda laporkan pajaknya sendiri. Mungkin sekarang adalah masa yang baik bagi wajib pajak perbaiki data. Apalagi, kalau sudah berani sampaikan harta. Mungkin sebaiknya sebelum lakukan itu lihat SPT dulu," imbuh dia.

Seperti diketahui, dalam wawancara tersebut, Frederich mengaku bahwa dirinya sangat menyukai kemewahan. Tak tanggung-tanggung, dia bisa menghabiskan uang Rp3 miliar hingga Rp5 miliar jika melancong ke luar negeri.

Tak ayal, netizen pun mempertanyakan kepatuhan pajak dari pengacara kontroversial tersebut. "Saya suka mewah. Saya kalau ke luar negeri sekali pergi itu minimum saya spend Rp3 M, Rp5 M. Yang sekarang tas Hermes yang harganya Rp1 M juga saya beli. Saya suka kemewahan," kata Frederich dalam wawancara tersebut seperti dikutip SINDOnews.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Sri Mulyani Kantongi...
Sri Mulyani Kantongi Rp3,92 Triliun dari Pajak Digital
Sri Mulyani Resmi Tarik...
Sri Mulyani Resmi Tarik Pajak Pengguna WeTransfer & OffGamers
Sri Mulyani: Tukang...
Sri Mulyani: Tukang Pulsa Tidak Dipajaki, tapi Distributornya Iya!
Target Pajak Kurang...
Target Pajak Kurang Rp371,9 Triliun, Sri Mulyani Bisa Ngejar?
Suap Pajak: Belum Diungkap...
Suap Pajak: Belum Diungkap Sri Mulyani Sosoknya, tapi Ada Profil Pejabat yang Hilang di Laman Resmi DJP
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
9 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
9 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
10 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
11 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved