Wall Street Menguat Usai Trump Mengakhiri Government Shutdown

Selasa, 23 Januari 2018 - 09:20 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Usai Trump Mengakhiri Government Shutdown
A A A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup menguat pada Senin waktu setempat, setelah anggota parlemen AS dan Presiden Donald Trump menandatangani kesepakatan untuk melanjutkan operasi pemerintah.

Dengan mengakhiri government shutdown, melansir dari CNBC, Selasa (23/1/2018), indeks S&P 500 ditutup naik 0,8% menjadi 2.832,97, dengan saham energi dan telekomunikasi sebagai sektor dengan kinerja terbaik.

Indeks Nasdaq juga mencapai titik tertinggi sepanjang masa, dengan naik 1% menjadi 7.408,03, dengan saham Netflix mencapai rekor. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 142,88 poin ditutup pada level 26.214,60, tertinggi sepanjang masa.

"Pasar telah melalui waktu yang cukup dan memahami Partai Republik dan Demokrat akan mencapai kesepakatan mengakhiri government shutdown," kata Mark Heppenstall, CIO di Penn Mutual Asset Management.

Anggota senat mencapai kompromi jangka pendek untuk menjaga agar pemerintah tetap terbuka sampai 8 Februari. Senator Demokrat Mark Warner mengatakan bahwa partai tersebut memiliki kepastian yang dibutuhkan mengenai masalah anggaran dan imigrasi.

Pada hari Sabtu, pemerintah AS ditutup setelah sebuah RUU yang akan membuat pemerintah yang didanai sampai pertengahan Februari terpilih di Senat. Penutupan berlanjut untuk hari ketiga pada hari Senin setelah Senat pada hari Minggu gagal mencapai kesepakatan untuk memecahkan kebuntuan sebelum hari kerja dimulai di Washington.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved