Soal Industri 4.0, Indonesia Diminta Tak Sekedar Ikuti Tren

Rabu, 24 Januari 2018 - 02:08 WIB
Soal Industri 4.0, Indonesia...
Soal Industri 4.0, Indonesia Diminta Tak Sekedar Ikuti Tren
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia diminta jangan hanya latah dengan mengikuti tren industri di dunia saat ini yakni industri 4.0. Menurut Ekonom Indef Enny Sri Hartanti, pemerintah harus benar-benar mengetahui kelebihan dan kekurangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia di bidang industri.

"Kita sering latah mengikuti apa yang jadi tren dunia tanpa tahu siapa kita, dalam industri juga demikian," terangnya di Jakarta, Selasa (23/1/2018).

(Baca Juga: Jenis Pekerjaan Ini Akan Lenyap Ditelan Industri 4.0 )

Lebih lanjut Ia menjelaskan, mengenai kualifikasi tenaga kerja saja, dimana Indonesia masih lebih 60% merupakan lulusan SMP ke bawah, terbesar SD. "Misal tantangan industri generasi keempat sudah berkembang ke arah teknologi robotik, pertanyaannya apa potensi industri kita apa di sana? Saya yakin kalau kita latah bahwa kembangkan industri generasi keempat akan terlempar dari persaingan," paparnya.

Dia menyampaikan, SDM Indonesia saat ini tidak punya kekuatan untuk masuk dalam persaingan tersebut, tapi Indonesia punya berbagai macam potensi lain yakni di sektor kelautan, perikanan, peternakan, hanya saja belum optimal. Negara seperti Saudi Arabia pun, kata Enny, yang kaya akan minyak, namun mereka enggak punya kesuburan tanah seperti di Indonesia.

"Tapi di Indonesia punya semuanya, artinya kalau kita gak bisa kejar berbasis teknologi, ada industri kreatif yang dikembangkan dari Sabang sampai Merauke. CPO, rotan, karet kita merajai, ke depan pariwisata potensi luar biasa sebagai industri masa depan, tenaga yang harus dipersiapkan kita kembangkan yang potensi kita," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenperin Terus Kawal...
Kemenperin Terus Kawal Investasi di Sektor Industri
8 Persoalan Ini Bikin...
8 Persoalan Ini Bikin Pelaku Industri Puyeng Selama Pandemi
PMI Agustus Tembus Level...
PMI Agustus Tembus Level 50, Apakah Tanda Industri Manufaktur Mulai Pulih?
Setahun Jokowi-Ma’ruf,...
Setahun Jokowi-Ma’ruf, Hilirisasi Industri Diklaim Semakin Optimal
Sektor Industri Masih...
Sektor Industri Masih Jadi Magnet Investasi, Serap Rp129,6 T di Semester I 2020
Kaya Keanekaragaman...
Kaya Keanekaragaman Hayati, Industri Komestik Seharusnya Pakai Bahan Baku Lokal
Berita Terkini
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
3 menit yang lalu
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
1 jam yang lalu
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
2 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
2 jam yang lalu
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Mau Bebas Iuran Tahunan...
Mau Bebas Iuran Tahunan Seumur Hidup? Yuk, Ajukan Kartu Kredit MNC Bank Sekarang
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved