PLN Minta Pemerintah Setujui Usulan soal DMO

Jum'at, 23 Februari 2018 - 20:31 WIB
PLN Minta Pemerintah...
PLN Minta Pemerintah Setujui Usulan soal DMO
A A A
JAKARTA - PT PLN (Persero) meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyepakati usulan perseroan, untuk memasukkan harga batu bara acuan (DMO) dalam komponen penghitungan tarif listrik. Hal ini menyusul keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif tenaga listrik hingga 2019.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka mengatakan, rencana untuk tidak menaikkan tarif listrik sejatinya masih belum lengkap informasinya. Pemerintah belum mengeluarkan kebijakan lain terkait listrik.

"Kan ini belum lengkap informasinya (soal tarif listrik yang ditahan), baru satu dari sisi tarif. Kira-kira prediksinya apa kebijakan pemerintah lagi yang akan keluar," katanya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Dia memprediksi, ada dua kemungkinan kebijakan lain yang akan dikeluarkan pemerintah terkait listrik. Pertama, pemerintah kemungkinan menyetujui usulan PLN terkait harga batu bara acuan. Kedua, kemungkinan pemerintah memberikan tambahan subsidi menyusul rencana pemerintah tidak menaikkan tarif listrik.

"Kalau DMO disetujui artinya PLN bisa menekan harga pokok. Kalau tarif dasar listrik tidak dinaikkan, tapi harga primernya naik itu akan ngepress kinerja PLN. Bisa korslet PLN, bisa enggak menghasilkan apa-apa," imbuh dia.

Saat ini, tambah Made, pihaknya belum mendapatkan informasi terbaru mengenai usulan DMO untuk masuk dalam komponen penghitungan tarif listrik. Namun dia menilai, usulan tersebut sudah selayaknya disetujui, mengingat para pengusaha batu bara sudah menikmati banyak keuntungan dari kenaikan harga batu bara saat ini.

"Kalau saya jadi pemilik tambang batu bara, ya saya turunin, saya akan berpihak ke rakyat. Mereka itu sudah untung di atas Rp100 triliun karena kenaikan harga batu bara. Masa Rp15 triliun saja untuk PLN enggak mau. Bukan bagi duit, tapi maksudnya mengurangi keuntungan supaya ini untuk rakyat, bukan untuk PLN," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
4 Kategori PLTU yang...
4 Kategori PLTU yang Boleh Jualan Emisi Karbon
PLN Sulit Dapatkan Batu...
PLN Sulit Dapatkan Batu Bara, DPR RI Akan Panggil Kementerian ESDM
Kementerian ESDM: Stok...
Kementerian ESDM: Stok Cadangan Batu Bara PLN Dijamin Aman, Masih Bertahan 15 Hari
Pemerintah Minta PLN...
Pemerintah Minta PLN Bangun Fasilitas Pencampuran Batu Bara
Pantas PLN Krisis Batu...
Pantas PLN Krisis Batu Bara! Cuma 8 Persen Perusahaan yang Penuhi DMO
Kebutuhan Batu Bara...
Kebutuhan Batu Bara Indonesia untuk PLTU Tahun 2022
Berita Terkini
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
15 menit yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
26 menit yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
2 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved