Wall Street Terjun Bebas Terimbas Pernyataan Trump

Jum'at, 02 Maret 2018 - 08:29 WIB
Wall Street Terjun Bebas...
Wall Street Terjun Bebas Terimbas Pernyataan Trump
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berakhir terjun bebas, saat Dow Jones dan indeks S&P 500 turun lebih dari 1% untuk memperpanjang tren negatif. Pelemahan bursa saham AS terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan memberlakukan tarif tinggi impor baja dan aluminium untuk meningkatkan kekhawatiran tentang harga yang lebih tinggi dan perang Dagang.

Penurunan menempatkan Dow ke teritori negatif di awal tahun ini ketika indeks Cboe volatilitasi melaju. VIX berakhir tertinggi sejak 13 Februari, yang menjadi sinyal pemulihan pasar dari kerugian yang mendalam pada awal bulan Februari. Saham industri automotif dan sektor konsumer serta yang terkait baja serta alumunium melanjutkan penyusutan ketika Trump menerangkan bakal memberlakukan tarif 25% pada baja impor dan 10% untuk impor aluminium pekan depan.

Beberapa saham yang melemah di antaranya General Motors (GM.N) kehilangan 4% sedangkan saham Ford Motor Co (F.N) turun 3.0%. Selanjutnya saham US Steel (X.N) justru naik 5,7% dan Nucor (NUE. N) memanjat sebesar 3,3%. Di sisi lain pada industri besar seperti Boeing (BA. N) dan Caterpillar (CAT. N) juga jatuh saat investor khawatir tentang biaya bahan baku yang lebih tinggi dan munculnya hambatan perdagangan. Saham Boeing berada di bawah 3,5% diikuti penyusutan Caterpillar sebesar 2,8%.

Tercatat Dow Jones Industrial Average. DJI jatuh 420,22 poin atau 1,68% ke level 24.608,98 sedangkan indeks S & P 500 kehilangan 36,16 poin yang setara dengan 1,33% menjadi 2.677,67. Penurunan juga terjadi pada komposit Nasdaq dengan penurunan mencapai 92,45 poin atau 1,27% ke posisi 7.180,56.

Indeks S & P 500 mengalamai pelemahan sebesar 3,7% sejak awal pekan kemarin dan kejatuhan pada Kamis menandai penurunan tiga hari beruntun setidaknya mencapai 1%. Hal ini menjadi pelemahan secara berturut-turut yang pertama untuk index sejak Januari 2016. Bulan lalu dikonfirmasi S&P terkoreksi 10% yang terus jatuh melebihi 6% dari rekor tertinggi 26 Januari.

Sebagian besar saham diperdagangkan lebih rendah sebelum Trump melontarkan pernyataan. Ketua Federal Reserve Jerome Powell berusaha meredam komentar yang dibuatnya pada hari Selasa bahwa kekhawatiran mengenai potensi kenaikan suku bunga empat kali tahun ini. Akan tetapi Presiden New York Fed William Dudley, berbicara di Sao Paulo, Brasil, sedikit menerangkan bahwa kenaikan suku bunga empat kali bakal dilakukan bertahap.

Sekitar 9,0 miliar saham diperdagangkan sepanjang pergerakan bursa saham AS kemarin waktu setempat. Angka ini lebih rendah dibandingkan 8,4 triliun secara rata-rata harian selama 20 sesi, menurut data perdagangan Thomson Reuters.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
25 menit yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
1 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
2 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
2 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
4 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
5 jam yang lalu
Infografis
Chronic Venous Insufficiency,...
Chronic Venous Insufficiency, Penyakit yang Diderita Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved