Kemenperin Dorong Peningkatan Kompetensi SDM Industri TPT

Selasa, 13 Maret 2018 - 00:05 WIB
Kemenperin Dorong Peningkatan...
Kemenperin Dorong Peningkatan Kompetensi SDM Industri TPT
A A A
JAKARTA - Peningkatan investasi di sektor industri perlu disambut dengan upaya penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja sesuai kebutuhan dari perkembangan teknologi dan proses manufaktur saat ini. Hal itu bertujuan untuk memacu produktivitas dan daya saing industri sehingga mampu kompetitif dalam memenuhi pasar konsumen baik di domestik maupun internasional.

"Karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan beberapa terobosan dalam membuat program percepatan guna penyiapan ketersediaan SDM industri dan peningkatan kompetensinya yang sesuai permintaan dunia kerja sekarang," kata Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono di Solo dalam keterangan resmi, Senin (12/3/2018).

Sigit menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara pada Kuliah Umum di Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Surakarta atau biasa disebut AK Tekstil Solo. Menurutnya, industri TPT nasional sedang membutuhkan tenaga kerja terampil yang cukup banyak seiring dengan adanya ekspansi dan investasi baru.

"Misalnya di Boyolali, perusahaan tekstil lagi mencari tenaga kerja lebih dari 5.000 orang. Di samping itu, industri TPT kita tahun lalu mampu tumbuh 3,45%, melonjak tajam dibanding tahun sebelumnya yang minus 1%," ungkapnya.

Sigit menegaskan, untuk mempertahankan kinerja industri tetap positif, salah satunya diperlukan aspek kualitas dan jumlah tenaga kerja. Dalam hal ini, Kemenperin telah menjalankan sejumlah langkah strategis, antara lain pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan vokasi yang link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Khusus untuk memasok tenaga kerja di industri TPT, Kemenperin memiliki unit pendidikan AK Tekstil Solo dan penyelenggaraan Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja) untuk operator mesin garmen.

Sigit menyampaikan, industri TPT berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, antara lain melalui penyerapan tenaga kerja sebanyak 3,58 juta orang atau menyumbang 21,2% dari total tenaga kerja industri manufaktur. Selanjutnya, sebagai penghasil devisa negara yang signifikan dari nilai ekspor TPT sebesar USD12,59 miliar atau 10,1% dari total ekspor manufaktur tahun 2017.

"Industri TPT kita juga berkontribusi 1,07% terhadap PDB nasional dan mencatatkan nilai investasi hingga Rp10,19 triliun pada tahun 2017," sebutnya.

Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, industri TPT merupakan salah satu sektor andalan karena berorientasi ekspor dan padat karya serta diprioritaskan dalam pengembangannya agar semakin berkinerja positif dan berdaya saing global.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Imbas Covid-19, Industri...
Imbas Covid-19, Industri Tekstil dan Produk Tekstil Minus 1,24%
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
API Minta Pemerintah...
API Minta Pemerintah Ambil Tindakan untuk Pulihkan TPT Nasional
Bagi-bagi Mesin ke IKM...
Bagi-bagi Mesin ke IKM Tekstil Demi Pacu Produksi Saat Pandemi
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
Satu Abad Industri Tekstil...
Satu Abad Industri Tekstil di Indonesia, Kemenperin Ungkap Sejumlah Tantangan
Berita Terkini
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
15 menit yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
46 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
1 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
2 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
2 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
3 jam yang lalu
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved