Kinerja Krakatau Steel Tahun Ini Diyakini Semakin Membaik

Rabu, 28 Maret 2018 - 15:52 WIB
Kinerja Krakatau Steel...
Kinerja Krakatau Steel Tahun Ini Diyakini Semakin Membaik
A A A
JAKARTA - Kementerian BUMN optimistis kinerja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk tahun ini akan positif. Salah satu faktor pendorongnya adalah membaiknya kinerja di 2017, di mana perseroan membukukan penurunan rugi tahun berjalan sebesar 54,9% yakni menjadi setara Rp1,15 triliun dibandingkan rugi tahun 2016 setara Rp2,55 triliun.

Perbaikan kinerja juga terlihat dari perolehan laba usaha perseroan tahun 2017 setara Rp443,36 miliar, tumbuh 154,79% dari nilai tahun 2016 sebesar Rp286,30 miliar.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan arahan agar manajemen Krakatau Steel dapat segera menyelesaikan proyek-proyek investasinya.

"Salah satu contohnya pabrik blast furnace. Nah itu akan diselesaikan tahun ini. Itu akan sangat membantu kinerja perusahaan," ujar Harry di Jakarta, Rabu (27/03/2018).

Selain itu, emiten dengan kode KRAS itu tengah menata ulang semua portofolio anak perusahaannya. Tujuannya untuk lebih mengoptimalkan kontribusi pendapatan dari entitas perseroan. Ditambah lagi, KRAS tengah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah untuk bisa meningkatkan skala ekonomis dari produk baja.

"Nama programnya yaitu Cilegon 10 juta ton Steel Cluster pada 2025. Kalau itu tercapai maka akan lebih baik lagi efisiensi yang didapat, hingga akhirnya pendapatan KRAS pun terus meningkat," katanya.

Direktur Utama KRAS Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, menjelaskan membaiknya kinerja perseroan dipicu oleh naiknya harga jual rata-rata produk baja. Selain itu, perseroan mampu meningkatkan pendapatan usaha menjadi setara Rp19,39 triliun dari Rp17,89 triliun di tahun 2016. Pertumbuhan KRAS juga terjadi pada total aset perseroan, di tahun 2017 total aset perusahaan meningkat menjadi Rp55,74 triliun atau naik 5,39% dari total aset tahun 2016 sebesar Rp52,89 triliun.

Menurutnya, KS telah menetapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi tahun 2018. Antara lain, yakni dengan meningkatkan efisiensi biaya operasi, meningkatkan volume penjualan melalui perjanjian pasokan jangka panjang atau long term supply agreement (LTSA) dengan pelanggan-pelanggan potensial serta sinergi dengan BUMN.

Perseroan juga akan menjaga kehandalan fasilitas produksi, melakukan penyelesaian proyek-proyek strategis tepat waktu, menjaga likuiditas perusahaan untuk ketersediaan modal kerja dan menurunkan beban keuangan perseroan.

"Kami targetkan peningkatan penjualan (tahun 2018) sampai 40%. Kami akan terus melanjutkan sinergi BUMN dan memacu kinerja anak perusahaan. Kami semakin optimistis kinerja perseroan semakin lebih baik lagi dan siap menghadapi segala tantangan di tahun 2018," kata dia.

Di sisi lain, manajemen KRAS juga terus mengupayakan dukungan Pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang melindungi produk baja domestik dari membanjirnya produk impor dan praktik perdagangan yang tidak adil (unfair trade). Sampai saat ini, pemerintah juga telah menetapkan berbagai kebijakan yang mendukung industri baja nasional. Antara lain penetapan bea masuk, penerapan ketentuan bea masuk antidumping countervailing duties, safeguard di area free trade zone (Batam), penerapan standardisasi produk baja, peningkatan sinergi BUMN dan penerapan tingkat kandungan dalam negeri.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Semua Pihak Diharapkan...
Semua Pihak Diharapkan Dukung Transformasi Krakatau Steel
Krakatau Steel Terancam...
Krakatau Steel Terancam Gulung Tikar Bulan Ini, Ada Apa?
Jika Ada Pembiaran Korupsi,...
Jika Ada Pembiaran Korupsi, Erick Thohir: Komisaris dan Direksi Baru Bisa Kena
Krakatau Steel Lanjutkan...
Krakatau Steel Lanjutkan Restrukturisasi Utang Rp21,84 Triliun, Target Rampung 2024
Krakatau Sarana Infrastruktur...
Krakatau Sarana Infrastruktur Berinovasi Hadirkan Digital Control Tower
Sinergi Logistik Antara...
Sinergi Logistik Antara Induk BUMN dengan Anak Perusahaan
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
1 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
1 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
2 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
3 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved