Wall Street Tumbang di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang Global

Selasa, 03 April 2018 - 08:19 WIB
Wall Street Tumbang...
Wall Street Tumbang di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang Global
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan awal pekan, Senin kemarin waktu setempat tumbang saat investor memilih menjual saham teknologi di tengah kekhawatiran munculnya perang dagang global. Terpantau indeks perdagangan di bawah rata-rata terburuk sejak Inggris Raya meninggalkan Uni Eropa pada Juni 2016, lalu.

Hari pertama perdagangan kuartal kedua tahun ini dimulai dengan aksi jual yang meluas di sektor teknologi dan konsumen ketika sahan Amazon (AMZN.O), Tesla (TSLA. O) dan Microsoft (MSFT.O) bergelombang setelah China menyiapkan langkah-langkah pembalasan perdagangan lewat tarif impor tinggi yang ditunjukkan pada 128 produk asal Amerika Serikat (AS).

Tercatat indeks S & P 500 terkoreksi 10% dari rekor tinggi pada akhir Januari, investor yang semakin khawatir pada pasar memulai aksi jual."Ini lebih rumit daripada hanya selloff tech. Apa yang membebani semuanya terlihat bahwa S & P pergi melalui dengan pergerakan 200-hari rata-rata,"kata Brian Battle, Direktur Perdagangan Capital Partners di Chicago.

Dow Jones Industrial Average. DJI jatuh 458,92 poin atau 1,9% hingga berakhir di posisi 23.644,19 setelah menyusut di bawah dengan 200-hari rata-rata. Sedangkan indeks S & P 500 turun 58,99 poin atau 2,23% menjadi 2.581,88 dan komposit Nasdaq lebih rendah 193,33 poin yang setara dengan 2,74% ke level 6.870,12.

Saham Amazon.com (AMZN.O) menjadi hambatan terbesar indeks S & P 500 dengan pelemahan mencapai sebesar 5,2%. Keseluruhan 11 sektor utama S & P 500 lebih rendah, ditutup dengan kerugian terbesar di antaranya konsumeb. SPLRCD dan teknologi turun masing-masing 2,8% dan 2,5%.

Di sisi lain komposit Nasdaq terseret lebih rendag oleh kejatuhan perusahaan raksasa teknologi seperti Microsoft (MSFT.O), Intel (INTC.O), Apple Inc (AAPL.O), Facebook (FB. O) dan alfabet (GOOGL.O). Saham Tesla Inc (TSLA. O) berakhir turun 5,1% setelah perusahaan dilaporkan membuat 3s Model 2.000 per minggu, atau menyusut dari target 2.500.

Saham Health insurer Humana Inc's (HUM.N) ditutup naik 4,4% ketika dikabarkan tengah dalam negosiasi dengan Walmart (WMT. N) untuk memperluas kemitraan. Sedangkan saham Walmart sendiri jatuh mencapai 3,8%. Volume perdagangan bursa saham AS mencapai 7,71 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 7,29 miliar selama 20 sesi perdagangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
20 menit yang lalu
Investor RI Mulai Lirik...
Investor RI Mulai Lirik Saham AI Global, Bittime Hadirkan Fitur Earn
49 menit yang lalu
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
1 jam yang lalu
Grand Filano Ramai di...
Grand Filano Ramai di Medsos, Warganet Soroti Bobot Ringan hingga Irit BBM
1 jam yang lalu
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
2 jam yang lalu
Tarif Listrik Juli-September...
Tarif Listrik Juli-September Tak Naik, Cek Harga per kWh Semua Golongan
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved