Revolusi Industri 4.0 Dijamin Tak Menggerus Industri Padat Karya

Rabu, 04 April 2018 - 13:24 WIB
Revolusi Industri 4.0...
Revolusi Industri 4.0 Dijamin Tak Menggerus Industri Padat Karya
A A A
JAKARTA - Revolusi Industri 4.0 yang sedang diusung pemerintah lewat Making Indonesia 4.0 sebagai road map dan strategi Indonesia memasuki era digital, dijamin tidak akan menggerus industri padat karya. Seperti diketahui ada kekhawatiran jumlah tenaga kerja industri yang terpangkas akan sangat besar dengan kemunculan industri 4.0.

(Baca Juga: Jokowi: Revolusi Industri Bakal Ciptakan Banyak Lapangan Kerja )

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa revolusi industri 4.0 mau atau tidak tetap harus dihadapi Indonesia, jika tidak ingin tertinggal dari negara lain. Menurutnya ketakutan akan berkurangnya tenaga kerja, bakal diimbangi dengan kehadiran program 10 Bali yang bakal meningkatkan industri padat karya di Indonesia.

"Oleh sebab itu, kita siapkan 10 Bali Baru, di situlah nanti dalam situasi apapun, yang namanya pekerjaan tangan, kerajinan tangan, industri kreatif akan ditampung. Intinya harus kita hadapi, revolusi industri 4.0 harus dihadapi, enggak mungkin kita tidak masuk ke sana. Negara lain masuk, kita enggak maka kita ditinggal," ujar Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (4/4/2018).

Lebih lanjut Ia menambahkan bahwa revolusi Industri ini telah menetapkan roadmap yang sesuai dengan program dalam memajukan ekonomi Indonesia. Agar Indonesia memiliki daya saing yang lebih baik ke depannya. Diterangkan sebagai langkah awal Making Indonesia 4.0 terdapat lima industri yang menjadi fokus implementasi di Indonesia yakni makanan dan minuman (mamin), tekstil, otomotif, elektronik dan kimia.

"Tentu saja direncanakan dengan baik, ada sebuah roadmap yang jelas, tahapan-tahapan apa yang harus kita siapkan. Nggak semua kemudian dikerjakan, fokus saja di situ tapi menang, bisa bersaing dan punya daya saing," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kurangi Dampak Corona,...
Kurangi Dampak Corona, Kemenperin Pacu Investasi Sektor Padat Karya
Berbagai Terobosan Berbasis...
Berbagai Terobosan Berbasis Sumber Daya Demi Masa Depan Tak Terbatas
Implementasi Industri...
Implementasi Industri 4.0 Jadi Strategi Tepat Dorong Pemulihan
Teknologi Digital Datangkan...
Teknologi Digital Datangkan Cuan, Sektor Industri Jangan Gaptek
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Naganaya Indonesia-Kemenperin...
Naganaya Indonesia-Kemenperin Gelar Webinar Nasib Industri 4.0
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
6 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved