Bappenas Perkuat Kerja Sama Pembangunan dengan IDB

Jum'at, 27 April 2018 - 23:50 WIB
Bappenas Perkuat Kerja...
Bappenas Perkuat Kerja Sama Pembangunan dengan IDB
A A A
JAKARTA - Sebagai negara anggota Islamic Development Bank (IDB), Indonesia ikut aktif dalam program Reverse Linkages. Salah satu program utamanya mendukung implementasi dokumen Member Country Partnership Strategy (MCPS) 2016-2020 yang merupakan instrumen kerja sama antara IDB dan Indonesia.

Kepala Biro Humas dan Tata Usaha Pimpinan Kementerian PPN/Bappenas, Thohir Afandi, dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Jumat (27/4/2018) mengungkapkan, program Reverse Linkage merupakan kerja sama pembangunan antara IDB dan sesama negara anggota IDB.

Salah satu bentuk komitmen pelaksanaannya, adalah penandatanganan MoU Reverse Linkage oleh Pemerintah Indonesia diwakili Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Presiden IDB Ahmad Mohamed Ali Al Madani pada April 2013.

Sebagai bentuk dokumentasi atas seluruh rangkaian kegiatan, Kementerian PPN/Bappenas dan IDB menggelar peluncuran buku Mapping Indonesias Resource Centers pada Senin lalu (23/4/2018) dengan mengundang seluruh stakeholder.

“Buku ini berisi seluruh rangkaian kegiatan Mapping Indonesias Resource Centers yang difasilitasi IDB untuk menyediakan solusi-solusi dalam menghadapi tantangan pembangunan,” kata Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Slamet Sudarsono.

Lebih lanjut, Slamet menjelaskan, untuk mendukung pelaksanaan KSST Indonesia dan sebagai tindak lanjut implementasi MoU on Reverse Linkage, Pemerintah Indonesia akan terus berkomitmen untuk memperkuat kerja sama pembangunan internasional dan memfasilitasi pelaksanaan KSST melalui skema Knowledge Sharing.

Program Reverse Linkage diharapkan mendukung promosi produk dan teknologi nasional di negara-negara anggota IDB, serta meningkatkan citra dan pengakuan terhadap branding Indonesia di kawasan serta menampilkan keunggulan komparatif (comparative advantages) dan keahlian yang dimiliki oleh Indonesia di negara berkembang lainnya.

Buku tersebut berisi profil 22 lembaga pemerintah dan swasta di Indonesia dengan teknologi, keahlian, dan pengetahuan yang sudah diakui, mencakup 12 sektor ekonomi. Yaitu pertanian, kelautan dan perikanan, kesehatan dan kependudukan, teknik, pelatihan vokasi, perencanaan dan penganggaran, keuangan mikro, transportasi, teknologi tepat guna, industri, perdagangan, dan mitigasi bencana.

Diidentifikasi oleh pemerintah Indonesia, pusat-pusat pengetahuan ini adalah mitra-mitra potensial yang telah menyatakan kesediaannya untuk berkolaborasi melalui program Reverse Linkage IDB dan berbagi pengetahuan mereka agar bermanfaat bagi negara-negara anggota IDB lainnya.

Penerbitan buku itu bertujuan untuk meningkatkan peran Indonesia dalam Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) dengan memanfaatkan wilayah-wilayah keahlian dan keuntungan kompetitif melalui kerangka Reverse Linkage.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Islamic Development...
Islamic Development Bank Beri Dana USD265.000 untuk Sektor Transportasi
Sah! Indonesia Jadi...
Sah! Indonesia Jadi Penguasa Terbesar Ketiga Islamic Development Bank
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Tekankan Pentingnya Program Pemberdayaan Berbasis Data
RI Terima Dana Pandemi...
RI Terima Dana Pandemi Virus Corona dari Islamic Development Bank
Islamic Development...
Islamic Development Bank Salurkan Rp4,2 Triliun untuk 6 Rumah Sakit
Partisipasi Kementerian...
Partisipasi Kementerian PPN/Bappenas - Pavillion Indonesia di GPDRR 2022
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
15 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved