Wall Street Jatuh Saat Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak

Rabu, 16 Mei 2018 - 08:31 WIB
Wall Street Jatuh Saat...
Wall Street Jatuh Saat Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak
A A A
NEW YORK - Lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) ke level tertinggi dalam hampir tujuh tahun mengirim Wall Street meluncur pada perdagangan, Selasa kemarin waktu setempat. Kejatuhan bursa saham AS setelah data penjualan ritel yang menguat memicu kekhawatiran seputar inflasi.

Sementara investor masih membicarakan seputar masa depan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Ketiga indeks saham utama AS ditutup lebih rendah, saat indeks S & P 500 mengakhiri kenaikan beruntun empat hari dan Dow Jones Industrial Average memposting kerugian pertama dalam delapan sesi.

Imbal hasil obligasi AS sendiri melompat ke level tertinggi 10 tahun sejak Juli 2011, untuk menunjukkan kenaikan inflasi serta mendongkrak dolar ke posisi terbaiknya pada 2018. Hal ini semakin meningkatkan ekspektasi atas kenaikan lanjutan suku bunga acuan AS dari Federal Reserve.

Dow Jones Industrial Average (DJI) tercatat turun 193 poin atau setara dengan 0,78% menjadi 24.706,41 selanjutnya indeks S & P 500 kehilangan 18,68 poin atau 0,68% di posisi 2,711.45. Komposit Nasdaq menyusut 59,69 poin dimana setara 0,81% ke level 7.351,63.

Kerugian meluas dengan 11 sektor utama S & P terkecuali energi. Saham-saham seperti real estate, kesehatan dan teknologi membukukan persentase kerugian terbesar. Terlihat saham-saham apa saja yang mengalami kejatuhan di antaranya Home Depot Inc (HD.N) tergelincir 1,6% dan saingannya Lowe’s Companies Inc (LOW.N) turun 1,0%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
37 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved