Ekonomi Kreatif dan Pemimpin Inovatif Dorong Perekonomian Nasional

Kamis, 17 Mei 2018 - 21:42 WIB
Ekonomi Kreatif dan...
Ekonomi Kreatif dan Pemimpin Inovatif Dorong Perekonomian Nasional
A A A
JAKARTA - Kepemimpinan Airlangga Hartarto dinilai memberikan terobosan bagi pengembangan industri kreatif di Tanah Air. Airlangga juga dinilai menjadi sosok yang pas dalam menghadapi tantangan era industri dan teknologi informasi.

Hal ini disampaikan Ketua DPP Partai Golkar Bidang Inovasi Sosial Dito Ariotedjo yang menerangkan pentingnya kehadiran pemimpin yang memahami perkembangan serta kebutuhan kekinian. Apalagi, menurut Dito, saat ini Indonesia sudah berada di era revolusi industri 4.0 dan siap-siap menyambut periode bonus demografi yang akan didominasi oleh anak muda serta angkatan kerja produktif.

"Sosok yang tepat yang memahami persoalan tersebut adalah Ketua Umum Golkar Ir Airlangga Hartarto", ujar Dito dalam diskusi publik dengan tema ‘Ekonomi Kreatif: Peluang dan Tantangan’ yang dilaksanakan di Diskusi Kopi, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Dalam hal pengembangan industri dan ekonomi kreatif, Dito yang menyatakan tak banyak institusi politik dan pemimpin yang memahami isu krusial tersebut. Menurut Dito yang juga aktif di sektor kewirausahaan kreatif ini mengembangkan ekonomi kreatif juga membutuhkan upaya penggalian potensi daerah dan kearifan lokal. Serta, melakukan pemberdayaan bagi UMKM dengan memperluas jangkauan teknologi.

“Partai Golkar kebetulan adalah penggerak utama RUU Kewirausahaan. Itu untuk me-support majunya ekonomi nasional dan RUU inovasi. Fraksi Golkar ini yang pertama kali yang membuat penggondokan kajian tentang inovasi. Mengundang inovator-inovator muda,” jelasnya Dito.

Sementara pembicara lainnya, aktivis Koperasi dan Coop Start Up Firdaus Putra, HC, menimpali, era industri 4.0 yang disampaikan Airlangga sebagai Menteri Perindustrian RI saat ini telah terdengar sampai ke daerah. Menurut Firdaus, program Airlangga dapat berkontribusi mendorong ekonomi lokal dengan kearifan lokal khususnya warga pedesaan jika juga didukung pula dengan teknologi.

“Mainstream ekonomi digital atau Industri 4.0 sudah merambah di daerah. Tapi butuh penajaman dan model yang dapat menjadi contoh yang dapat diterapkan di daerah lain oleh anak-anak muda lokal,” tutur Firdaus.

Firdaus memberikan contoh dimana kayu-kayu yang awalnya hanya dijadikan kayu bakar, mampu dijadikan kesenian kreatif. Dari harga kayu bakar satu ikatnya dihargai hanya Rp15.000,- akhirnya dijual menjadi seni yang nilainya menjadi Rp100.000,- “Seperti di tempat saya di Banyumas itu ada Banyumas kreatif,” lanjutnya. Saat ini produk-produk ini tinggal diperkuat pengemasan dan pemasarannya melalui akses-akses teknologi informasi yang terarah.

Kelompok Industri

Pembicara lainnya yakni Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih, mengatakan terdapat 16 kelompok industri kreatif yang berperan penting dalam perekonomian nasional. Namun sementara ini hanya empat bidang yang disupport oleh Kemenperin, yakni kuliner, fesyen, games dan aplikasi.

“Kalau fesyen, kita ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat muslim fesyen in the world, Indonesia nomor tiga di dunia. Di dalam fesyen itu masing-masing harus tercipta ekosistemnya. Antara customer, desainer, dan pelakunya. Antara manusia, mesin, dan datanya. Masing-masing ekosistem itu dibangun datanya.,” lanjutnya.

Selain itu, masih dari penuturan Gati, pihaknya sudah mengeluarkan salah satu produk unggulan bernama e-Smart. Di sini usaha kecil menengah (UKM) tidak hanya berjualan saja, UKM yang tidak sukses juga akan dibina penjualannya. Ia menyebut pendorong kebijakan soal ekonomi kreatif di Kementerian Perindustrian saat ini tak bisa dipungkiri adalah sosok Airlangga Hartarto.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin dan Kemenparekraf...
Kemenperin dan Kemenparekraf Gandeng Tokopedia Dukung Industri Fesyen Muslim Lokal
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
Pulihkan Ekonomi Nasional,...
Pulihkan Ekonomi Nasional, Menperin Dorong Peran Pengusaha Wanita
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
53 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
2 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
3 jam yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
3 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
4 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved